Vikram-1 Menguji Ambisi Taksi Antariksa India, Peluncuran Orbit Jadi Taruhan Besar

Peluncuran perdana Vikram-1 menjadi ujian besar bagi Skyroot Aerospace untuk membuktikan bahwa perusahaan swasta India dapat mengirim muatan hingga ke orbit. Bila berhasil, misi ini berpotensi membuka jalur baru bagi operator satelit yang membutuhkan akses peluncuran lebih fleksibel.

Skyroot tidak hanya mengejar pencapaian teknis dengan roket baru, tetapi juga membangun model layanan yang disebut sebagai “taksi antariksa”. Konsep tersebut ditujukan bagi pengguna yang ingin mengirim satelit ke posisi orbit tertentu tanpa harus menunggu jadwal peluncuran bersama dalam waktu lama.

Misi Aagman Menjadi Pembuktian Utama

Penerbangan uji perdana ini bernama Aagman, yang berarti “kedatangan” dalam bahasa Sanskerta. Roket dijadwalkan lepas landas pada Sabtu pukul 11.30 waktu India atau 06.00 GMT dari Sriharikota di India bagian selatan.

Lokasi itu merupakan fasilitas milik Organisasi Riset Antariksa India atau ISRO. Dalam penerbangan sekitar 16 menit, Vikram-1 ditargetkan mencapai Orbit Rendah Bumi pada ketinggian kurang lebih 450 kilometer.

Aspek MisiRincian
RoketVikram-1
Nama misi ujiAagman
Lokasi peluncuranSriharikota, India selatan
Target orbitOrbit Rendah Bumi, sekitar 450 kilometer
Durasi penerbanganSekitar 16 menit
Kapasitas muatanHingga 350 kilogram

Roket setinggi tujuh lantai ini dirancang untuk membawa muatan hingga 350 kilogram. Nama Vikram dipilih sebagai penghormatan kepada Vikram Sarabhai, tokoh yang dikenal sebagai bapak program antariksa India.

Keberhasilan Aagman akan menjadikan Skyroot Aerospace sebagai perusahaan swasta India pertama yang meluncurkan roket ke orbit. Pencapaian tersebut juga akan menempatkan India sebagai negara ketiga, setelah Amerika Serikat dan Tiongkok, yang memiliki perusahaan swasta dengan kemampuan serupa.

Jawaban untuk Antrean Peluncuran Satelit

CEO sekaligus salah satu pendiri Skyroot Aerospace, Pawan Kumar Chandana, menilai akses menuju angkasa masih menjadi kendala bagi banyak operator satelit. Mereka dapat menunggu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum memperoleh kesempatan peluncuran.

“Jika Anda hanya ingin pergi ke rumah teman, Anda tidak memerlukan kereta api, Anda memesan taksi, sebuah Uber,” kata Chandana. Ia menyebut layanan yang ingin dibangun Skyroot sebagai “layanan taksi ke luar angkasa” untuk mencapai lokasi orbit unik, menempatkan satelit, atau mengunjungi stasiun.

Fleksibilitas menjadi nilai utama yang ditawarkan perusahaan melalui Vikram-1. Model ini ditujukan untuk misi yang tidak selalu cocok dengan jadwal atau tujuan orbit dari peluncuran berbagi muatan.

Taruhan terhadap penerbangan perdana ini juga besar bagi Skyroot, yang baru-baru ini menjadi unicorn teknologi luar angkasa pertama di India dengan valuasi US$1,1 miliar. Hasil Aagman akan menjadi indikator awal kemampuan perusahaan menerjemahkan ambisi bisnisnya menjadi layanan peluncuran nyata.

Enam Muatan untuk Orbit dan Penghormatan Ilmuwan

Misi Aagman direncanakan membawa enam muatan ke orbit, mulai dari instrumen ilmiah hingga kamera pengamat Bumi. Muatan lain mencakup lengan robotik untuk pembersihan sampah antariksa serta satelit milik sebuah perusahaan Jerman.

Di antara perangkat fungsional tersebut, Vikram-1 turut membawa dua benda simbolis. Salah satunya berupa bunga teratai dari berlian laboratorium, sedangkan lainnya adalah roket emas mini.

Muatan SimbolisKeterangan
Bunga terataiTerbuat dari berlian laboratorium
Roket emas miniMemuat patung mikro CV Raman, AP J Abdul Kalam, dan Vikram Sarabhai

Chandana mengatakan penghormatan itu berkaitan dengan fondasi program antariksa India. “Kami ada karena program luar angkasa India, kami berdiri di atas bahu para visioner awal kami,” ujarnya mengenai tiga ilmuwan yang dihormati dalam muatan tersebut.

Peluncuran Sabtu merupakan penerbangan pertama dari dua uji coba yang direncanakan Skyroot tahun ini. Perusahaan menargetkan peluncuran komersial dimulai pada tahun depan, sehingga Aagman menjadi penanda penting bagi masa depan industri antariksa India.

Source: mediaindonesia.com
Terkait