Truk Crane Tabrak JPO Tendean, Sopir Akui Terlalu Fokus Lihat Maps

Author: Cung Media

Tabrakan truk pengangkut crane dengan JPO Kapten Tendean di Mampang, Jakarta Selatan, memicu kemacetan panjang sejak dini hari. Sopir truk, A, 28, mengaku terlalu fokus melihat maps saat melintas di jalur yang belum ia kenal.

Insiden itu terjadi pada Selasa sekitar pukul 01.00 WIB saat truk membawa crane dari kawasan Summarecon Bogor menuju Kantor Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan. Kendaraan tersebut menghantam dan tersangkut di bagian jembatan penyeberangan orang setelah muatannya dinilai melebihi ruang bebas di bawah JPO.

Sopir Tidak Mengantuk, Tetapi Fokus Terpecah

A menegaskan dirinya tidak mengantuk saat mengemudi. Ia menyebut masalah utama ada pada perhatian yang terbagi karena harus memantau peta digital bersama rekannya, F, 25, di rute yang baru pertama kali dilalui.

“Kami dua kilometer lagi sampai. Kami fokus lihat maps (peta). Baru ini lewat sini. Belum tahu jalannya,” ujar A kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa, seperti dikutip www.medcom.id.

Pengakuan itu memperlihatkan bagaimana ketidaktahuan terhadap jalur dan fokus pada peta digital bisa berujung pada kelalaian membaca kondisi jalan. Dalam kasus ini, dimensi muatan crane tampaknya tidak disadari sepenuhnya saat kendaraan mendekati JPO.

Fakta Utama Keterangan
Lokasi JPO Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan
Waktu Selasa, sekitar pukul 01.00 WIB
Muatan Crane dari Summarecon Bogor menuju Kantor Kejaksaan Agung
Pernyataan Sopir Tidak mengantuk, tetapi terlalu fokus melihat maps

Macet Mengular Hingga Kuningan dan Warung Buncit

Dampak tabrakan langsung meluas ke sejumlah titik di selatan Jakarta. Penumpukan kendaraan terpantau mengular hingga Simpang Kuningan di HR Rasuna Said dan kawasan Warung Buncit.

Ditlantas Polda Metro Jaya kemudian menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di sekitar lokasi. Akses naik ke layang Kapten Tendean dari arah Hotel Mercure ditutup sementara.

Pengendara dari arah Tendean yang hendak menuju Senopati dialihkan masuk ke jalur Warung Buncit lalu diarahkan belok kiri. Sementara itu, pengendara dari arah Kapten Tendean menuju Blok M diminta lurus ke Jalan Mampang Prapatan Raya, berputar balik di putaran terdekat, lalu belok kiri kembali ke arah Tendean.

Insiden ini menunjukkan bahwa satu kendaraan bertonase besar dapat mengganggu arus lalu lintas di titik padat Jakarta Selatan dalam waktu singkat. Hingga rekayasa diterapkan, petugas masih berupaya menjaga aliran kendaraan agar tidak semakin menumpuk di sekitar lokasi kejadian.

Source: www.medcom.id
Terbaru