Steam Machine Valve Langka Sejak Hari Pertama, Harga Scalper Tembus Rp 53 Juta

Steam Machine terbaru dari Valve langsung berubah menjadi barang buruan, bahkan sebelum pasokannya sempat stabil di pasar. Di eBay, unit yang ditawarkan penjual sudah melambung sampai USD 3.000, jauh di atas harga resmi yang sudah dianggap tinggi sejak awal.

Yang membuat kondisi ini semakin mencolok adalah kelangkaan stok yang terjadi sejak hari pertama peluncuran. Akibatnya, konsumen bukan hanya harus menghadapi banderol resmi yang mahal, tetapi juga pasar sekunder yang bergerak lebih agresif ketika permintaan bertemu pasokan yang tipis.

Harga resmi naik dari target awal

Valve semula menargetkan Steam Machine di kisaran USD 750. Namun rencana itu berubah setelah harga komponen memori global melonjak tajam.

Perusahaan kemudian menetapkan harga awal perangkat ini di USD 1.049. Valve disebut tidak punya kekuatan tawar rantai pasokan sebesar perusahaan seperti Apple atau Sony, sehingga ruang untuk menekan harga menjadi sangat terbatas.

Di internal, para teknisi Valve juga disebut ingin membuat harga jualnya lebih rendah. Masalahnya, peluang penurunan itu tipis karena biaya komponen masih tinggi.

InformasiDetail
Target awalUSD 750
Harga awal resmiUSD 1.049
Harga di eBayHingga USD 3.000

Harapan harga turun juga semakin lemah setelah Micron mengunci harga memori pada level tertingginya selama lima tahun ke depan. Situasi itu memberi tekanan tambahan pada biaya produksi perangkat keras seperti Steam Machine.

Scalper masuk saat stok belum normal

Di tengah pasokan yang seret, penimbun langsung memanfaatkan momentum. Laporan menyebut listing di eBay sudah melewati USD 2.000, lalu sebagian lainnya mencapai USD 3.000.

Yang menarik, banyak penjual itu belum benar-benar memegang unitnya. Sebagian hanya menampilkan tangkapan layar notifikasi daftar tunggu reservasi sebagai bukti bahwa mereka bisa mengamankan perangkat tersebut.

Kondisi itu menunjukkan bahwa kelangkaan menjadi bahan bakar utama harga di pasar sekunder. Bagi pembeli yang ingin mendapatkan unit lebih cepat, biaya yang harus dibayar menjadi jauh lebih besar dari harga resmi.

Valve sendiri disebut mengakui bahwa harga rilis Steam Machine masih jauh dari ideal. Pengakuan itu muncul ketika perangkat tersebut justru terseret ke pasar sekunder dengan nilai berlipat.

Steam Controller ikut mencuri perhatian

Di saat Steam Machine menghadapi masalah harga dan stok, perhatian komunitas ikut bergeser ke perangkat lain di ekosistem Valve. Steam Controller menjadi sorotan karena memicu eksperimen yang tidak biasa dari pengguna.

Salah satu contoh datang dari pengembang sekaligus blogger Ray Foss. Ia mendemonstrasikan program yang membuat Steam Controller dapat bergerak dan bergeser di atas permukaan meja datar, lalu meluncur sendiri menuju tempat pengisian dayanya.

Eksperimen itu memang tidak berhubungan langsung dengan harga Steam Machine. Namun aksi tersebut memperlihatkan bahwa perangkat keras Valve juga punya ruang kreativitas yang aktif di tangan komunitas.

Di sisi lain, kontrasnya sangat terasa. Saat banyak konsumen kesulitan menjangkau Steam Machine, komunitas justru menemukan cara baru untuk memaksimalkan perangkat Valve yang sudah mereka miliki.

Kombinasi harga tinggi, pasokan minim, dan aksi scalper membuat peluncuran Steam Machine berjalan jauh dari ideal. Pada saat yang sama, ekosistem Valve tetap memancing perhatian lewat Steam Controller yang berkembang menjadi arena eksperimen unik bagi para pengguna.

Source: inet.detik.com

Terkait