Pengisian daya nirkabel 50W dengan standar Qi semakin dekat ke ponsel masa depan dari Google, Apple, dan Xiaomi. Arah ini penting karena industri sedang bergerak menuju satu ekosistem pengisi daya dan aksesori yang bisa dipakai lintas merek.
Yang membuat kabar ini menarik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal interoperabilitas. Jika pengembangannya berjalan sesuai rencana, pengguna bisa menikmati pengisian yang lebih cepat tanpa terlalu bergantung pada aksesori dari satu merek saja.
Standar Qi 50W Sudah Masuk Tahap Lanjutan
Spesifikasi Qi 50W dilaporkan telah memasuki tahap lanjutan, dengan sebagian besar parameter desain perangkat keras utama sudah ditetapkan. Fokusnya kini bergeser ke pengujian dan kecocokan antarperangkat dari berbagai vendor.
Pertemuan penting terkait standar ini digelar di kantor pusat Xiaomi di Beijing pada 22 Juni hingga 25 Juni. Agenda itu adalah Wireless Power Consortium Qi Off-cycle Meeting dan disebut menjadi pertama kalinya acara tersebut berlangsung di Beijing.
| Aspek | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Lokasi pertemuan | Kantor pusat Xiaomi, Beijing | Digelar untuk Qi Off-cycle Meeting |
| Waktu pertemuan | 22 Juni hingga 25 Juni | Pertama kali acara ini berlangsung di Beijing |
| Fokus utama | Draf spesifikasi, prototipe, dan interoperabilitas | Menilai kesiapan standar baru |
Menurut ITHome, lebih dari 20 perusahaan dari rantai pasok pengisian daya nirkabel hadir dalam pertemuan itu. Nama yang tercatat mencakup Apple, Google, Huawei, Honor, Oppo, Vivo, Xiaomi, Anker Innovations, NXP, Renesas, Panasonic Automotive Systems, Philips, Dolby Laboratories, Luxshare-ICT, ConvenientPower, Maxic Technology, NuVolta Technologies, Shanghai Amphenol, Southchip Semiconductor, GRL Platform Solutions, dan Wireless Power Consortium.
Sebanyak 20 perusahaan juga dilaporkan ikut menguji implementasi prototipe selama acara berlangsung. Lebih dari 90 insinyur riset dan pengembangan mengikuti sesi teknis untuk memverifikasi interoperabilitas lintas vendor.
Xiaomi Dorong Pendekatan Daya Tinggi dan Efisien
Dalam proses pengembangan, Xiaomi disebut mendorong arsitektur pengisian nirkabel yang menggabungkan induktansi kecil, tegangan rendah, dan daya tinggi. Perusahaan menilai pendekatan itu bisa mengurangi kehilangan daya di dalam koil pengisian.
Xiaomi juga meyakini rancangan tersebut membantu integrasi ke perangkat yang lebih tipis. Di saat yang sama, efisiensi pengisian dapat meningkat tanpa mengorbankan pengelolaan suhu, keamanan, dan keandalan sistem secara keseluruhan.
Usulan itu dilaporkan diajukan Xiaomi ke Wireless Power Consortium pada akhir 2024. Setelah itu, perusahaan mendemonstrasikan implementasi yang kompatibel pada 25W dan 50W selama 2025.
Tahap berikutnya membawa proposal tersebut ke pengujian interoperabilitas dengan sejumlah produsen internasional. Setelah memperoleh dukungan dari beberapa perusahaan domestik, proposal itu masuk ke proses penyusunan draf Qi 50W pada kuartal pertama 2026.
Peran Xiaomi menunjukkan bahwa arah standar baru ini tidak hanya ditentukan oleh satu pemain besar. Produsen Android, pemasok komponen, dan lembaga standar kini terlihat bergerak bersama untuk menyiapkan fondasi teknis yang lebih seragam.
Qi 50W dan Peta Persaingan Pengisian Nirkabel
Wireless Power Consortium berdiri pada 2008 dan memperkenalkan standar pengisian daya nirkabel Qi pada 2010. Saat ini, lebih dari 13.000 produk bersertifikasi telah mendukung Qi di seluruh dunia.
Generasi berikutnya terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Qi2 meluncur pada 2023 dengan magnetic alignment dan pengisian daya nirkabel 15W, lalu menjadi standar internasional IEC pada akhir 2024.
| Generasi | Tahun | Fokus |
|---|---|---|
| Qi | 2010 | Standar awal pengisian nirkabel |
| Qi2 | 2023 | Magnetic alignment, 15W |
| Qi2 25W | 2025 | Penerus dengan daya lebih tinggi |
| Qi 50W | Diperkirakan 2028 | Target daya lebih tinggi dan kompatibilitas lebih luas |
Setelah itu, konsorsium menghadirkan Qi2 25W pada 2025. Qi 50W diposisikan sebagai penerus besar berikutnya dengan target kecepatan yang lebih tinggi dan kompatibilitas yang lebih luas.
Dengan posisi tersebut, Qi 50W bukan sekadar peningkatan angka daya. Standar ini dipersiapkan untuk menjangkau lebih banyak skenario pemakaian, mulai dari smartphone hingga charger, kendaraan, dan aksesori lain yang mendukung.
Wireless Power Consortium diperkirakan akan merilis standar Qi 50W pada 2028. Sebelum tahap itu tercapai, masih ada pekerjaan tambahan dalam pengujian dan standardisasi.
Jadwal tersebut menunjukkan bahwa dukungan 50W pada ponsel Google, Apple, Xiaomi, dan merek lain belum menjadi fitur yang siap hadir dalam waktu dekat. Namun, keterlibatan para pemain utama sejak tahap draf dan prototipe memperlihatkan bahwa fondasi teknologinya sedang dibangun dengan serius.
Bila proses ini berjalan sesuai rencana, masa depan pengisian nirkabel bisa menjadi lebih cepat sekaligus lebih universal. Pengguna nantinya berpotensi menikmati pengisian daya 50W melalui charger dan aksesori Qi bersertifikasi yang dapat dipakai lintas merek.
Source: www.gadgets360.com






