Santri putri di Gresik kini mendapat dorongan baru untuk memasuki era kecerdasan buatan tanpa meninggalkan kebutuhan dasar yang tak kalah penting, yakni ruang belajar yang aman di pesantren. Di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Menganti, isu AI, literasi keuangan, dan perlindungan perempuan dipaketkan dalam satu agenda penguatan kapasitas perempuan pesantren.
Program Road Show Literasi PandAI yang digelar KOPRI PMII Jawa Timur bersama Lazisnu Jatim ini diikuti santri, mahasiswi, dan guru pesantren. Kegiatan tersebut dirancang agar perempuan pesantren lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berada di lingkungan pendidikan yang nyaman dan inklusif.
AI dan kemandirian perempuan pesantren
Pengurus Pusat Lazisnu, Misbahus Salam, menekankan bahwa perempuan memegang peran penting dalam membangun kualitas bangsa. Ia menilai perempuan perlu diberi ruang untuk berkembang dan berdaya agar kualitas sumber daya manusia ikut menguat.
Ia juga mendorong perempuan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pengetahuan dan membangun kemandirian ekonomi. Menurut dia, telepon genggam kini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana belajar dan pengembangan diri, termasuk untuk memahami AI.
Misbahus Salam menyebut kemampuan digital menjadi semakin penting karena bisnis dan peradaban bergerak cepat. Ia menilai industri dan arus informasi menuntut masyarakat memiliki literasi serta penguasaan ilmu pengetahuan yang memadai.
Ruang aman jadi bagian dari pendidikan
Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur, Kholisatul Hasanah, mengatakan road show ini menjadi komitmen KOPRI dalam menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan perempuan masa kini. Fokusnya tidak hanya pada artificial intelligence, tetapi juga pada penguatan literasi keuangan dan pengawalan ruang aman di pesantren.
Dalam kegiatan itu, KOPRI PKC PMII Jawa Timur menyerahkan kurikulum ruang aman di pesantren. Dokumen itu memuat materi tentang kesadaran terhadap kekerasan berbasis gender, mekanisme pengaduan, penguatan perspektif perlindungan, dan pentingnya membangun relasi sehat di lingkungan pendidikan pesantren.
Kholisatul menilai pesantren punya peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, konsep ruang aman harus menjadi bagian dari sistem pendidikan pesantren, bukan sekadar pelengkap.
KOPRI Gresik kawal isu perempuan
Ketua KOPRI PC PMII Gresik, Clarissa Marcelyasurya Gladys Ariani, menyebut kegiatan ini penting untuk pengawalan isu pemberdayaan perempuan, keadilan gender, dan perlindungan anak di lingkungan pesantren. Ia menegaskan KOPRI Gresik siap menjadi mitra strategis pesantren dalam mencetak generasi yang cerdas digital.
Clarissa berharap santri perempuan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan kesiapan menghadapi era digital. Ia juga ingin mereka berani membangun budaya pendidikan yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan di Darul Ihsan menegaskan bahwa literasi digital dan perlindungan perempuan kini berjalan beriringan di ruang pendidikan pesantren. Santri putri didorong tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga ikut membangun lingkungan belajar yang lebih sehat dan memuliakan seluruh santri.
Source: www.nugresik.or.id






