Sabian Fathul Ilmi tiba di Mandalika dengan bekal kemenangan dari Australia, hasil yang membuka peluang besar untuk memangkas jarak di klasemen. Pembalap 14 tahun itu menjadi andalan Indonesia pada putaran ketiga Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.
Balapan kandang ini juga membawa tekanan berbeda karena Sabian akan tampil di hadapan publik Indonesia. Di saat bersamaan, Reynaldi Junior dan M. Abid Ashar Musyafa akan menjalani debut internasional melalui jalur wildcard.
Momentum Penting di Balapan Kandang
Putaran ketiga kejuaraan dijadwalkan berlangsung pada 17-19 Juli 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika. Agenda tersebut menjadi bagian dari perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race dan mempertemukan rider muda dari berbagai negara Asia-Pasifik.
Sabian merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang mengikuti musim penuh kompetisi tersebut. Reynaldi dan Abid mendapat kesempatan khusus untuk membuktikan kemampuan mereka dalam persaingan yang lebih luas.
| Pembalap | Status di Mandalika | Catatan Pendukung |
|---|---|---|
| Sabian Fathul Ilmi | Peserta musim penuh | Menang salah satu race seri 2 di Australia, peringkat keenam dengan 35 poin |
| Reynaldi Junior | Wildcard | Juara race R15 Junior Pro Yamaha Sunday Race 2025 |
| M. Abid Ashar Musyafa | Wildcard | Memenangi seluruh race seri 1 dan 2 Junior Sport 250 U-18 2026 |
Kemenangan Sabian diraih pada seri kedua di The Bend Motorsport Park, Australia, pada awal Mei. Hasil itu mengantarnya mengumpulkan 35 poin dan menempati posisi keenam dalam klasemen sementara.
Posisi tersebut membuat seri Mandalika menjadi kesempatan penting bagi Sabian untuk memperbaiki peringkat. Ia menargetkan kemenangan race setelah menjalani persiapan yang dinilai berjalan baik.
Persaingan Lintas Negara
Tiga rider Indonesia akan menghadapi peserta dari Australia, China, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru. Persaingan ini menuntut kemampuan adaptasi terhadap atmosfer kompetisi internasional, meski lintasan Mandalika menjadi arena yang lebih familiar bagi wakil tuan rumah.
Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Wahyu Rusmayadi, menilai seri Mandalika penting bagi proses pembinaan pembalap muda. Kesempatan berkompetisi di level Asia-Pasifik dinilai dapat membantu rider berkembang menuju jalur profesional.
“Ini adalah kesempatan berharga sebagai bagian dari menikmati setiap proses untuk berkembang sebagai pembalap profesional. Kami harapkan mereka akan mengeluarkan performa optimal dan dukungan penggemar balap Indonesia menjadi energi tambahan.”
Debut Reynaldi dan Abid
Reynaldi Junior datang dengan pengalaman bertahap di ajang nasional, termasuk kemenangan race kelas R15 Junior Pro Yamaha Sunday Race 2025. Pembalap 15 tahun itu kini juga berlaga di kelas National Sport 250cc Kejurnas Mandalika Racing Series.
Wildcard di Mandalika menjadi penampilan internasional pertama bagi Reynaldi. Ajang ini memberinya kesempatan mengukur kemampuan saat berhadapan dengan pembalap muda dari negara lain.
Abid membawa catatan dominan dari Kejurnas Mandalika Racing Series 2026. Pembalap 14 tahun itu menyapu seluruh kemenangan pada dua race seri pertama dan dua race seri kedua kelas Junior Sport 250 U-18.
Bagi Abid, persaingan di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship menghadirkan tantangan baru dibanding balapan nasional yang selama ini diikutinya. Penampilan di Mandalika menjadi peluang untuk menambah pengalaman bersama rider dari sejumlah negara.
Hasil pada seri ketiga akan menjadi pengukur penting bagi perjalanan Sabian dalam musim penuhnya. Bagi Reynaldi dan Abid, balapan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengenal tuntutan kompetisi level Asia-Pasifik.







