Selada termasuk tanaman yang sangat peka terhadap suhu tinggi. Saat suhu melewati sekitar 25C, pertumbuhannya melambat, lalu pada rangkaian hari panas yang panjang tanaman bisa layu dan mati.
Tekanan panas seperti ini makin terasa ketika musim panas menjadi lebih ekstrem. Di Ontario, kenaikan suhu pada musim panas terakhir disebut telah menahan pertumbuhan banyak tanaman lettuce, sehingga perlindungan tambahan di lahan ikut menjadi perhatian.
Naungan dari panel surya untuk lahan pertanian
Agri-voltaik menawarkan pendekatan yang berbeda karena menggabungkan produksi listrik tenaga surya dengan kegiatan bertani. Dalam sistem ini, panel surya bukan hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga memberi naungan terukur yang bisa membantu tanaman di bawahnya.
Pendekatan tersebut dinilai cocok untuk tanaman yang tidak tahan panas, termasuk organic romaine lettuce. Sebuah studi lapangan menguji kinerja lettuce pada 12 konfigurasi agri-voltaik berbeda dan membandingkannya dengan tanaman yang tumbuh tanpa naungan.
Panel yang diuji tidak dibuat seragam
Penelitian itu tidak berhenti pada satu jenis panel surya. Para ilmuwan mencoba beberapa model, termasuk modul berbasis crystalline silicon yang diberi jarak agar cahaya lebih banyak masuk, serta thin-film solar modules yang lebih tipis dan tampak seperti kaca berwarna.
Perbedaan desain ini penting karena efek naungan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar area yang teduh. Kualitas cahaya yang tetap lolos ke tanaman juga ikut memengaruhi hasil tumbuh, termasuk variasi transparansi, pola bayangan, dan luas cakupan naungan.
Hasilnya menonjol saat cuaca panas memuncak
Ketika tanaman menghadapi stres panas, manfaat sistem ini terlihat jelas. Perlakuan agri-voltaik meningkatkan bobot segar lettuce lebih dari 400 persen dibanding tanaman kontrol tanpa naungan, dan lebih dari 200 persen dibanding rata-rata hasil nasional.
Dua konfigurasi yang paling kuat tercatat pada modul thin-film berwarna dengan transparansi 60 persen dan modul crystalline silicon dengan transparansi 44 persen. Keduanya dinilai memberi kombinasi paling seimbang antara teduh dan kualitas cahaya untuk mendukung pertumbuhan.
Tanaman tumbuh lebih stabil
Penelitian itu juga mencatat hubungan positif antara tinggi tanaman, jumlah daun, dan akumulasi biomassa. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa naungan parsial membantu lettuce bertahan lebih baik saat cuaca panas.
Artinya, agri-voltaik tidak sekadar mengurangi paparan matahari langsung. Sistem ini juga dapat menciptakan kondisi tumbuh yang lebih stabil bagi tanaman yang rentan terhadap tekanan suhu.
Nilai ekonomi lahan ikut diperhitungkan
Manfaat agri-voltaik tidak hanya muncul di sisi agronomi. Sektor ini disebut sudah berkembang menjadi pasar bernilai lebih dari $20 miliar dan terus tumbuh di berbagai negara.
Untuk lettuce, nilai ekonominya bahkan disebut sekitar empat kali lebih tinggi dibanding nilai listrik yang dihasilkan dari lahan setara. Dengan begitu, lahan yang sama dapat menghasilkan panen sekaligus energi tanpa harus memilih salah satu fungsi.
Relevan untuk pertanian di musim panas yang makin sulit diprediksi
Studi tersebut menegaskan bahwa agri-voltaik dapat membantu produksi romaine lettuce selama musim panas yang panas sekaligus mendukung pertanian yang lebih hemat emisi. Bagi petani, dua manfaat utamanya terlihat jelas: tanaman lebih terlindungi dan lahan tetap produktif.
Dalam situasi perubahan iklim dan suhu musim panas yang makin sulit diprediksi, naungan terencana seperti ini menjadi opsi yang layak dipertimbangkan untuk menjaga pasokan lettuce. Agri-voltaik menunjukkan bahwa panel surya dapat berperan ganda sebagai sumber energi dan pelindung tanaman dari panas berlebih.







