Pernah Batal Keluar Rumah saat Arsenal Kalah, Rifky Balweel Kini Lebih Santai

Author: Cung Media

Rifky Balweel pernah membiarkan hasil pertandingan Arsenal memengaruhi kehidupan pribadinya. Saat klub berjuluk The Gunners itu kalah, aktor tersebut bahkan bisa membatalkan agenda keluar rumah bersama Bibi pada masa mereka berpacaran.

Kini, Rifky mengaku telah meninggalkan respons emosional tersebut. Ia menilai fase ketika kekalahan klub favorit menentukan suasana hati sudah tidak lagi pantas dijalani seiring bertambahnya usia.

Kekalahan Arsenal Pernah Mengubah Rencana

Rifky mengenang bahwa perasaan kesalnya terhadap hasil Arsenal dahulu dapat bertahan sampai memengaruhi kegiatan di luar sepak bola. Kondisi itu terutama terasa ketika tim kesayangannya lebih dulu menang, tetapi kemudian kalah pada laga berikutnya.

Situasi tersebut membuatnya memilih tetap berada di rumah. Kebiasaan itu pernah terjadi ketika ia masih menjalani masa pacaran dengan Bibi, yang kini menjadi istrinya.

“Bisa, bisa, bisa sampai bete. Kalau misalnya zaman kayak zaman pacaran gitu sama Bibi, Arsenal lagi menang terus kalah gitu, udah menang terus kalah kayak bete, nggak mau keluar rumah gitu,” kata Rifky.

Pengakuan itu disampaikannya sambil tertawa saat mengingat kebiasaan sebagai penggemar Arsenal pada masa lalu. Bagi Rifky, kedekatan emosional dengan klub London tersebut memang pernah membuat hasil laga terasa terbawa ke kehidupan sehari-hari.

Arsenal tetap menjadi klub sepak bola yang paling dekat dengan dirinya. Namun, Rifky kini berusaha menempatkan hasil pertandingan sebagai bagian dari hiburan, bukan sesuatu yang menentukan seluruh agenda pribadinya.

Merasa Sudah Melewati Fase Terlalu Larut

Perubahan sikap itu diakui Rifky secara terbuka ketika berbicara mengenai kebiasaannya mengikuti sepak bola. Ia mengatakan respons berlebihan terhadap kekalahan klub merupakan masa yang sudah dilaluinya.

“Dulu sih iya ya, sekarang kayaknya udah kayak nggak pantaslah gitu. Udah habis kayak masa-masa kayak gitunya udah,” ungkap Rifky. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ia tidak lagi ingin membiarkan pertandingan menguasai mood maupun aktivitasnya.

Rifky menyampaikan cerita tersebut saat hadir di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). Pengakuannya juga dimuat oleh detikHot dalam pembahasan mengenai kegemarannya menonton sepak bola.

Meski lebih santai, dukungannya kepada Arsenal tidak berubah. Ia juga sempat menyinggung perjalanan klub itu yang menurut pandangannya baru akhirnya menjadi juara pada tahun ini.

Berbeda saat Menikmati Piala Dunia 2026

Sikap Rifky ketika mengikuti Piala Dunia 2026 terasa berbeda karena ia tidak memiliki tim nasional yang dicintai secara khusus. Ketiadaan ikatan sekuat dukungannya kepada Arsenal membuatnya dapat menyaksikan laga dengan perasaan lebih ringan.

Ia tetap mempunyai sejumlah harapan terhadap tim tertentu sepanjang turnamen. Rifky sempat berharap Portugal dan Inggris menang, sembari menyebut Belanda atau Spanyol sebagai pilihan lain yang ingin dilihatnya berjaya.

“Sampai akhir nonton, cuma maksudnya nggak ada yang gue cintain banget gitu,” tuturnya. Karena itu, pertandingan internasional dapat dinikmatinya sebagai hiburan tanpa beban emosional berlebihan.

Pengalaman Rifky memperlihatkan perbedaan antara mendukung klub yang memiliki ikatan personal dan menonton turnamen sebagai penikmat laga. Sepak bola tetap menarik baginya, tetapi kekalahan Arsenal kini tidak lagi menjadi alasan untuk mengurung diri atau membatalkan waktu bersama orang terdekat.

Source: hot.detik.com
Terbaru