Polda Jatim memilih cara yang tak biasa untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Sebanyak 15.000 kitab suci dari lima agama dibagikan ke ribuan rumah ibadah di Banyuwangi lewat 217 personel Bhabinkamtibmas.
Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari pendekatan religius yang dipakai untuk memperkuat hubungan polisi dengan masyarakat di tingkat desa. Di Banyuwangi, langkah tersebut juga ditempatkan sebagai upaya merawat harmoni antarumat beragama melalui kerja yang lebih dekat antara aparat dan warga.
Pendekatan yang Menyentuh Nilai Religius
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto melepas langsung para personel di halaman Mapolresta Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa tugas Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada urusan harkamtibmas, tetapi juga perlu menyentuh nilai luhur dan religius.
Menurut Nanang, pesan yang dibawa aparat akan lebih menyejukkan jika berangkat dari pendekatan yang menyentuh sisi spiritual warga. Ia juga mengingatkan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan.
Karena itu, dukungan moril kepada personel dan pengingat terhadap sang Maha Pencipta dinilai penting untuk menata hati. Dengan cara itu, interaksi polisi dengan masyarakat diharapkan tetap terjaga dalam suasana yang baik.
Didistribusikan ke Lima Agama
Polda Jatim menyebut pembagian kitab suci ini sebagai yang pertama di lingkupnya untuk lima entitas keagamaan sekaligus. Lima agama yang menerima kitab suci tersebut adalah Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan, yang menjadi inisiator kegiatan, mengatakan jumlah 15.000 kitab suci tidak memiliki arti khusus. Fokus utamanya adalah membangun kolaborasi positif antara Polri dan seluruh lapisan masyarakat.
Rofiq juga menilai langkah ini penting di tengah keterbatasan jumlah personel Bhabinkamtibmas di Banyuwangi. Semangat kolaborasi, menurut dia, perlu diperkuat agar pelayanan di tingkat desa tetap berjalan.
Peran Polmas di Desa-Desa Banyuwangi
Di sisi lain, Polresta Banyuwangi telah membentuk 43 petugas pemolisian masyarakat atau Polmas yang tersebar di sejumlah desa. Petugas ini disiapkan untuk mengemban tugas Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
Rofiq menjelaskan, semangat Polmas adalah mendorong masyarakat ikut menjaga keamanan dirinya sendiri, tetangga, dan lingkungan sekitar. Warga bahkan diajak untuk saling membantu menjaga rumah saat bepergian agar lingkungan tetap terpantau.
Ia berharap inisiatif dari Banyuwangi itu bisa menginspirasi polres lain di bawah Polda Jatim. Harapannya, langkah ini tidak hanya memperkuat kerja kepolisian di desa, tetapi juga membangun rasa saling menjaga di tengah masyarakat.
