Donne Maula kembali menarik perhatian lewat single terbarunya, Harum, yang resmi hadir di berbagai platform musik digital mulai 8 Juli 2026. Lagu ini membawa satu gagasan yang dekat dengan banyak orang, yakni tentang apa yang membuat seseorang tetap memilih berjuang saat lelah sudah menumpuk.
Di tengah rutinitas hidup urban yang sering terasa berulang, Harum tidak hadir sebagai keluhan. Lagu ini justru menawarkan cara yang lebih lembut untuk membaca daya tahan, ingatan, dan alasan kecil yang membuat seseorang terus melangkah.
Metafora yang dekat dengan perasaan pulang
Dalam keterangan tertulisnya, Donne Maula menyebut bahwa Harum bukan sekadar aroma. Ia menjelaskan bahwa lagu itu adalah metafora tentang sesuatu yang tertinggal dalam ingatan, sesuatu yang tidak terlihat tetapi bisa membuat seseorang merasa pulang.
Pilihan metafora tersebut menjadi inti yang membedakan lagu ini dari sekadar cerita kelelahan. Alih-alih berhenti pada rasa penat, Donne menyorot memori sederhana yang menjaga seseorang tetap bertahan, seperti suara yang dirindukan atau pelukan dari orang tersayang.
Nuansa pop yang intim dan hangat memperkuat pesan itu. Liriknya dibuat sederhana, tetapi tetap sarat makna sehingga mudah diikuti tanpa kehilangan kedalaman emosinya.
Babak baru setelah Daur Hidup
Harum juga menandai kelanjutan perjalanan kreatif Donne setelah album Daur Hidup yang rilis pada 2024. Sebelumnya, ia juga dikenal lewat karya lain yang lebih dulu mendapat perhatian, termasuk Bercinta Lewat Kata dan Sabar.
Dalam perjalanannya sebagai penulis lagu, Donne konsisten menghadirkan karya yang tidak hanya didengar, tetapi juga direnungkan. Mediaindonesia.com melihat peluncuran Harum sebagai lanjutan dari ciri khas itu, yakni musik yang akrab dengan pengalaman sehari-hari dan emosi yang pelan tetapi menetap lama.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Judul single | Harum |
| Tanggal rilis | 8 Juli 2026 |
| Genre | Pop reflektif |
| Platform | Seluruh platform musik digital, termasuk Spotify dan Apple Music |
Donne menegaskan bahwa berhenti sejenak bukan berarti menyerah. Menurutnya, justru pada momen itulah seseorang bisa menemukan kembali arah, lalu mengumpulkan kekuatan dari hal-hal yang tersimpan dalam ingatan.
Dengan pendekatan seperti itu, Harum hadir sebagai lagu yang relevan bagi para pekerja kota dan pejuang mimpi yang akrab dengan letih, tetapi masih mencari alasan untuk bertahan. Lagu ini kini sudah dapat dinikmati secara luas sebagai teman bagi mereka yang sedang menjalani perjalanan panjangnya masing-masing.
Source: mediaindonesia.com






