Mojtaba Khamenei Janji Balas Kematian Ayahnya, Ketegangan Iran Kembali Naik

Author: Cung Media

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali berada di titik rawan setelah Mojtaba Khamenei menyampaikan janji balas atas kematian ayahnya, Ali Khamenei. Pesan yang dibacakan saat upacara pemakaman itu menambah panas suasana di tengah rangkaian serangan dan saling ancam yang belum mereda.

Dalam pernyataan yang disiarkan IRIB, Mojtaba menegaskan bahwa kematian Ali Khamenei harus dibalas. Ia menyebutnya sebagai tuntutan bangsa yang wajib dijalankan, sekaligus menyatakan akan menuntut balas atas kematian ayahnya dan para syuhada lain kepada pihak yang ia sebut sebagai pembunuh kriminal.

Pesan balas yang dibacakan di pemakaman

Mojtaba menyampaikan kalimat, “Kami berjanji untuk membalas darah Anda yang tak berdosa serta seluruh para syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat.” Ucapan itu menjadi sorotan karena keluar di tengah situasi kawasan yang sudah tegang sejak konflik memanas beberapa waktu lalu.

Ali Khamenei sendiri dimakamkan di Makam Imam Reza, Mashhad, Iran timur laut, pada Kamis. Prosesi tersebut menandai berakhirnya rangkaian upacara berkabung selama sepekan setelah ia tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Ribuan orang hadir dalam pemakaman itu dengan membawa bendera dan poster. Kehadiran massa dalam jumlah besar menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kematian tokoh yang disebut sebagai pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Kesepahaman yang rapuh, serangan yang berlanjut

Di sisi lain, hubungan Teheran dan Washington belum stabil meski kedua pihak sempat menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu melalui mediasi Pakistan. Kesepahaman itu ditujukan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak Februari, termasuk menghentikan pertempuran dan membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, situasi di lapangan justru kembali memburuk. Pekan ini, kedua pihak saling serang terkait lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat dilaporkan menyerang sejumlah target di Iran yang kemudian dibalas Teheran dengan menyasar aset-aset AS di kawasan tersebut.

Ancaman baru dari Washington

Ketegangan makin tinggi setelah The Wall Street Journal melaporkan adanya intelijen Israel yang menuduh Iran merencanakan pembunuhan terhadap Presiden AS Donald Trump. Trump lalu menanggapi lewat Truth Social dengan ancaman akan meluncurkan ribuan rudal ke Iran jika Teheran benar-benar mencoba mencelakainya.

Rangkaian pernyataan, serangan, dan balasan itu membuat konflik Iran dan Amerika Serikat kembali berada di titik berbahaya. Dengan pemakaman Ali Khamenei dan janji balas dari Mojtaba Khamenei, tanda-tanda meredanya tensi di kawasan itu masih belum terlihat.

Peristiwa penting yang disebut dalam laporan ini

Peristiwa Lokasi/Keterangan Dampak
Pemakaman Ali Khamenei Makam Imam Reza, Mashhad Menutup masa berkabung sepekan
Nota kesepahaman Iran-AS Juni, melalui mediasi Pakistan Ditujukan mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz
Saling serang terbaru Selat Hormuz dan wilayah Iran Memicu balasan terhadap aset-aset AS di kawasan
Source: mediaindonesia.com
Terbaru