Operasi Rahasia Liverpool ke Mbappe, Jet Pribadi Tak Cukup untuk Mengubah Pilihan

Author: Cung Media

Liverpool pernah berada sangat dekat dengan Kylian Mbappe, tetapi semua upaya mewah itu tetap tidak cukup untuk mengubah pilihannya. Juergen Klopp mengungkap bahwa klubnya sampai menggelar pertemuan rahasia di jet pribadi demi meyakinkan sang penyerang muda datang ke Anfield.

Cerita itu kembali membuka sisi lain dari perburuan transfer salah satu talenta paling menjanjikan di Eropa. Pada akhirnya, Mbappe tetap memilih Paris Saint-Germain dan jalur kariernya justru berkembang pesat setelah meninggalkan AS Monaco.

Perburuan yang dibuat sangat tertutup

Klopp menceritakan pendekatan tersebut saat berbicara dalam program MagentaTV. Ia menyebut Liverpool benar-benar mengerahkan cara yang tidak biasa saat mencoba mendatangkan Mbappe ketika usianya baru 18 tahun.

Menurut Klopp, klub mengatur pertemuan khusus bersama keluarga Mbappe di dalam jet pribadi. Rute yang disebutkan cukup unik, dari Blackpool menuju Nice, lalu keluarga Mbappe naik ke pesawat yang memiliki lima ruangan itu.

Klopp menggambarkan suasana pertemuan sebagai cara Liverpool menjelaskan proyek klub tanpa sorotan publik. Ia mengatakan semua pihak terbang berkeliling sambil berbicara dengan keluarga Mbappe dan menikmati hidangan di dalam pesawat.

Detail Informasi
Pemain yang dikejar Kylian Mbappe
Usia saat dibidik 18 tahun
Lokasi pertemuan Jet pribadi, rute Blackpool ke Nice
Kondisi pertemuan Rahasianya dijaga agar tidak terlihat publik

PSG tetap menang dalam perebutan tanda tangan

Meski pendekatan Liverpool terdengar sangat serius, Mbappe tetap memilih PSG. Keputusan itu membuat klub Prancis tersebut mendapatkan salah satu penyerang muda paling menjanjikan di Eropa pada saat itu.

Mbappe bergabung ke PSG melalui skema pinjaman sebelum transfernya dipermanenkan dengan nilai sekitar 180 juta euro pada 2018. Kesepakatan itu menjadikannya salah satu transfer terbesar dalam sejarah sepak bola.

Faktor keluarga tidak cukup mengubah keputusan

Klopp juga mengungkap bahwa Liverpool memiliki hubungan yang baik dengan keluarga Mbappe. Ia menyebut ibu Mbappe, Fayza Lamari, merupakan penggemar Liverpool.

Namun, kedekatan itu tetap tidak cukup untuk membalikkan pilihan sang pemain. Di tengah pendekatan personal dan presentasi proyek klub, Mbappe tetap menolak Anfield dan memilih PSG sebagai pelabuhan berikutnya.

Dampak dari keputusan itu terlihat sampai sekarang

Kegagalan Liverpool mendatangkan Mbappe kini menjadi bagian menarik dari sejarah transfer modern. Setelah membela PSG, Mbappe berkembang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub sebelum pindah ke Real Madrid pada 2024.

Di level domestik, ia meraih berbagai gelar Ligue 1 dan mengukuhkan diri sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Di level internasional, performanya juga terus mendapat sorotan.

Bersama Timnas Prancis, Mbappe tampil tajam di Piala Dunia 2026 dengan torehan delapan gol. Ia juga mencatat satu gol dan satu assist saat Prancis mengalahkan Maroko di perempat final.

Catatan itu membuat Mbappe berada dalam persaingan perebutan Sepatu Emas bersama nama-nama besar seperti Lionel Messi dan Erling Haaland. Bagi Liverpool, kisah jet pribadi dan pertemuan rahasia itu kini menjadi pengingat betapa dekat mereka pernah berada dengan salah satu bintang terbesar sepak bola modern.

Source: www.medcom.id
Terbaru