Kunjungan Abbas Araghchi ke Oman menempatkan kembali Selat Hormuz di pusat ketegangan regional. Di tengah hubungan Washington dan Teheran yang memanas, Iran memilih membuka jalur pembicaraan dengan tetangga strategisnya di Teluk.
Menlu Iran itu dijadwalkan bertolak ke Oman pada Sabtu (11/7/2026) sebagai kepala delegasi diplomatik. Fokus utamanya adalah hubungan bilateral, perkembangan kawasan, dan situasi di Selat Hormuz yang kembali sensitif bagi banyak pihak.
Oman dan Iran Sama-sama Punya Kepentingan Langsung
Mengutip Anadolu Agency dan kantor berita resmi Iran, IRNA, Araghchi akan berdiskusi dengan pejabat Oman mengenai hubungan kedua negara serta perkembangan regional terbaru. Rincian agenda dan susunan pertemuan selama kunjungan itu tidak dijelaskan lebih jauh.
Pada awal Juni 2026, Araghchi sempat menegaskan pandangannya dalam wawancara di televisi pemerintah Iran, IRIB. Dalam kutipan yang juga dimuat Al Mayadeen, ia mengatakan Iran dan Oman berhak mengatur serta mengoordinasikan pengelolaan Selat Hormuz karena keduanya berbatasan langsung dengan jalur air strategis itu.
Ia juga menyebut Teheran akan tetap berkonsultasi dan bertukar pandangan dengan negara-negara Teluk terkait perkembangan di kawasan. Namun, Araghchi menekankan bahwa keputusan soal administrasi dan pengelolaan selat pada akhirnya berada di tangan Iran dan Oman.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Tokoh utama | Abbas Araghchi |
| Negara tujuan kunjungan | Oman |
| Fokus pembahasan | Hubungan bilateral dan situasi Selat Hormuz |
| Waktu kunjungan | Sabtu (11/7/2026) |
Ketegangan Iran dan AS Ikut Membayangi
Kunjungan itu berlangsung saat hubungan Washington dan Teheran kembali memanas. Konflik terbaru dipicu serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz, lalu dibalas melalui aksi saling serang selama dua hari terakhir.
Teheran kemudian melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas infrastruktur militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, hingga Yordania pada Kamis (9/7/2026). Rangkaian peristiwa tersebut membuat Selat Hormuz kembali menjadi titik yang sangat sensitif, bukan hanya bagi Iran dan Oman, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Teluk secara lebih luas.
