Gempa Venezuela Picu Ancaman Wabah, Ribuan Pengungsi Kini Hadapi Risiko Baru

Author: Cung Media

Korban tewas akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela pada Juni 2026 terus bertambah dan kini mencapai 3.889 orang. Di saat pencarian dan penanganan korban masih berlangsung, ancaman lain mulai membayangi ribuan warga yang terpaksa mengungsi.

Risiko itu datang dari kondisi pengungsian yang rawan penyakit. Kekurangan air bersih, sanitasi yang buruk, hunian yang padat, serta layanan kesehatan yang terbatas membuat situasi pascagempa tidak hanya soal luka fisik, tetapi juga potensi wabah.

Ancaman kesehatan di wilayah terdampak

Organisasi Kesehatan Pan Amerika atau PAHO memperingatkan bahwa wilayah pesisir utara Venezuela, yang menjadi area paling terdampak, menghadapi ancaman kesehatan serius. Direktur PAHO Jarbas Barbosa mengatakan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, risiko kesehatan terbesar mungkin bukan lagi hanya dari cedera akibat gempa bumi.

Ia menyoroti gangguan layanan kesehatan, hunian yang padat, minimnya air bersih dan sanitasi, serta berkurangnya akses terhadap vaksinasi dan layanan rutin sebagai faktor yang perlu diwaspadai. PAHO kini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Venezuela untuk memperluas cakupan vaksinasi dan memantau kemungkinan wabah penyakit pernapasan serta pencernaan.

Kasus mulai terlihat di lapangan

Tenaga medis di komunitas Catia La Mar, Negara Bagian La Guaira, melaporkan adanya peningkatan kasus penyakit kulit dan diare di kalangan pengungsi. Permintaan obat untuk penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi juga ikut naik dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini diperparah oleh situasi tempat tinggal sementara yang padat dan akses air bersih yang minim. Masalah sanitasi yang buruk juga disebut sudah membebani sejumlah wilayah sebelum gempa, lalu menjadi semakin berat setelah bencana.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodrigues, menyebut sedikitnya 16.740 orang mengalami cedera dan 17.907 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Data itu menunjukkan skala bencana yang besar, sementara kebutuhan darurat di sektor kesehatan terus meningkat.

Dampak besar di pesisir utara Venezuela

Melalui laporan beritasatu.com, gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 disebut menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern negara tersebut. Selain menelan korban jiwa dalam jumlah besar, gempa juga merusak permukiman, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur penting di wilayah pesisir utara.

Data Utama Jumlah Keterangan
Korban tewas 3.889 Akibat dua gempa bumi besar
Korban cedera 16.740 Disampaikan Jorge Rodrigues
Pengungsi 17.907 Warga terpaksa meninggalkan rumah

Di tengah angka korban yang masih besar, perhatian kini tidak hanya tertuju pada pencarian dan perawatan korban luka. Kebutuhan air bersih, sanitasi, vaksinasi, dan layanan kesehatan rutin menjadi semakin mendesak agar pengungsian tidak berubah menjadi sumber wabah baru.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru