Argentina harus melepas gelar juara dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Hasil itu menghentikan ambisi La Albiceleste untuk mempertahankan trofi yang mereka raih pada edisi 2022.
Kekalahan tersebut terasa sangat berat bagi Lionel Messi, kapten Argentina berusia 39 tahun yang kembali membawa timnya ke pertandingan puncak. Dalam unggahan di media sosial, Messi menyampaikan bahwa luka akibat hasil final itu tidak akan cepat hilang.
Pesan Messi Setelah Final
Messi menilai perjalanan panjang Argentina sepanjang turnamen membuat kekalahan di laga terakhir semakin sulit diterima. Ia mengakui rasa kecewa masih begitu kuat, meski ada banyak momen penting yang ingin tetap diingat.
“Rasa sakitnya luar biasa, dan luka ini akan membutuhkan waktu untuk sembuh. Namun, saya juga memilih untuk mengingat semua hal baik yang telah kami lalui,” tulis Messi, seperti dikutip BBC Sport International.
Ungkapan itu menggambarkan kontras besar antara kegagalan mempertahankan mahkota dan kebanggaan atas pencapaian Argentina. Tim tersebut tetap mampu mencapai dua final Piala Dunia secara beruntun, meski pencapaian itu belum mudah dihargai saat kekecewaan masih terasa.
Messi juga mengenang pertandingan-pertandingan dramatis yang berhasil dibalikkan Argentina dengan perjuangan penuh. Ia menilai para pemain telah memberikan segalanya, sementara dukungan dari masyarakat Argentina menjadi kekuatan penting sepanjang turnamen.
“Pertandingan-pertandingan yang kami balikkan dengan memberikan segalanya akan selalu kami kenang,” ujar Messi. Ia menempatkan perjuangan tim sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Argentina hingga mencapai final.
Final Kedua Messi yang Berakhir dengan Kekalahan
Final Piala Dunia 2026 menjadi kekalahan kedua Messi dalam laga puncak turnamen tersebut. Sebelumnya, Argentina juga kalah 0-1 dari Jerman pada final Piala Dunia 2014.
| Edisi Piala Dunia | Lawan di Final | Hasil Argentina |
|---|---|---|
| 2014 | Jerman | Kalah 0-1 |
| 2026 | Spanyol | Kalah 0-1 |
Dalam final kali ini, Argentina menjaga peluang mempertahankan gelar hingga pertandingan berlangsung ketat. Namun, satu gol pada masa tambahan waktu menjadi pembeda yang membuat Spanyol keluar sebagai pemenang.
Ferran Torres mencetak gol penentu kemenangan Spanyol pada babak tambahan waktu. Gol itu mengantar Spanyol meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.
Menurut CNBC Indonesia, Messi meminta pencapaian Argentina tidak hanya dilihat dari hasil menyakitkan di final. Ia menegaskan timnya telah kembali berada di panggung tertinggi sepak bola dunia dalam dua edisi beruntun.
“Sulit untuk benar-benar menghargai pencapaian ini saat ini. Namun, tim ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut,” kata Messi.
Enzo Fernandez Tekankan Arti Memberi Segalanya
Gelandang Argentina Enzo Fernandez juga menyampaikan pesan setelah pertandingan berakhir. Ia menerima kartu kuning kedua pada penghujung laga, tetapi menegaskan seluruh pemain telah mengerahkan kemampuan terbaik mereka.
Fernandez menilai Argentina telah mewakili negaranya dengan cara terbaik selama bertahun-tahun. Baginya, persaingan tidak hanya soal kemenangan, melainkan tentang memberikan segalanya demi lambang di dada dan tidak pernah menyerah.
Messi turut menyampaikan terima kasih kepada warga Argentina atas pesan dan dukungan yang diterima tim sepanjang turnamen. Ia juga memberi ucapan selamat kepada Spanyol atas gelar yang berhasil mereka menangi.
Kegagalan di final meninggalkan rasa sakit besar bagi Argentina, terutama bagi Messi yang kembali berdiri di partai puncak Piala Dunia. Namun, perjalanan menuju final kembali menegaskan kemampuan tim tersebut untuk bersaing di jajaran terbaik dunia.
