MBG Libur Tiga Pekan, Nanik Ungkap Harga Hasil Tani dan Ternak Sempat Jatuh

Author: Cung Media

Libur sekolah selama tiga minggu disebut memberi dampak langsung terhadap petani, peternak, hingga pedagang pasar. Saat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara, komoditas pangan yang biasa terserap program itu dilaporkan tidak terjual dalam jumlah yang sama sehingga harganya turun.

Catatan tersebut disampaikan Nanik S. Deyang ketika berpamitan dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyebut jeda penyaluran MBG memperlihatkan bahwa program itu juga menjadi saluran permintaan bagi produk pangan masyarakat.

Dalam unggahan pada akun Facebook resminya, Rabu (22/7/2026), Nanik menyatakan pengunduran dirinya dilakukan untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Keputusan itu, menurutnya, diambil dengan berat hati agar dapat memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatan.

Nanik menyoroti keluhan dari pelaku usaha pangan selama sekolah libur. Petani dan peternak disebut kehilangan penyerapan hasil produksi, sedangkan sebagian pedagang pasar harus membuang sayur serta buah yang tidak laku.

“Terbukti kemarin 3 Minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh,” ujar Nanik. Pernyataan itu menempatkan kesinambungan pelaksanaan MBG sebagai hal yang turut berkaitan dengan perputaran ekonomi di tingkat bawah.

MBG Disebut Bukan Program Politik

Nanik menegaskan bahwa MBG dirancang sebagai intervensi gizi bagi anak-anak, bukan untuk kepentingan politik. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan generasi emas sekaligus menjaga kesehatan para penerima manfaat.

Ia juga menanggapi tudingan yang mengaitkan jumlah penerima manfaat dengan Pemilu 2029. Menurut Nanik, mayoritas penerima manfaat saat ini adalah balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih pada 2029.

“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos,” kata Nanik. Ia meminta pandangan mengenai 82 juta penerima manfaat yang dikaitkan dengan Pemilu 2029 dapat diluruskan.

Reformasi dan Evaluasi Pelaksanaan

Di tengah proses pengunduran dirinya, Nanik memaparkan penyiapan reformasi total di BGN melalui pembentukan 11 tim. Penataan ini mencakup ketepatan sasaran penerima manfaat, kepatuhan pelaksana terhadap petunjuk teknis, hingga layanan bagi daerah yang sulit dijangkau.

Tim Reformasi Fokus Kerja Data yang Disorot
Refocusing Memastikan penerima manfaat tepat sasaran Lebih dari 62 juta penerima manfaat
Evaluasi Menilai kepatuhan terhadap juknis 27.877 SPPG telah operasional
Program kawasan 3T Menangani pelaksanaan di wilayah sulit dijangkau Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar

Tim refocusing akan memeriksa ketepatan sasaran bagi lebih dari 62 juta penerima manfaat yang berjalan saat ini. Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyetujui arah program yang lebih ditujukan kepada kelompok 3B, yaitu balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Sasaran MBG juga mencakup anak SD dan SMP serta siswa seluruh tingkatan sekolah di kawasan 3T. Kawasan tersebut merujuk pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar yang sebagian masih sulit diakses oleh transportasi umum.

Tim evaluasi selanjutnya akan menelaah 27.877 SPPG yang telah beroperasi. Nanik menyatakan tidak seluruh SPPG itu memenuhi persyaratan sesuai petunjuk teknis.

Penataan sasaran dan standar pelaksanaan menjadi bagian dari kelanjutan MBG setelah kepemimpinan Nanik berakhir. Ia menyebut penggantinya sebagai sosok yang dipanggilnya “adik saya”, sementara fokus utamanya setelah mundur adalah kondisi kesehatan.

Source: finance.detik.com
Terbaru