Warga Jawa Barat yang masih berada di luar rumah malam ini perlu tetap waspada karena hujan belum sepenuhnya reda. BMKG memperingatkan enam wilayah di Jawa Barat berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat pada Sabtu (9/5/2026), dan kondisi ini dapat mengganggu perjalanan antarkota maupun antarprovinsi.
Peringatan dini itu disampaikan BMKG pada pukul 18.50 WIB. Pada pukul 19.00 WIB, hujan juga berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang, sehingga masyarakat diminta memperhatikan perubahan cuaca secara cepat.
Wilayah yang lebih dulu berpotensi terdampak
Enam wilayah yang disebut lebih awal adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Tasikmalaya. BMKG menyebut kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.
Di Kabupaten Cianjur, wilayah yang masuk daftar awal adalah Bojongpicung. Kabupaten Tasikmalaya mencakup Cigalontang, Cisayong, dan Rajapolah, sementara Kabupaten Ciamis meliputi Cihaurbeuti dan Sindangkasih.
Untuk Kabupaten Subang, wilayah awal yang disebut ialah Sagalaherang, Cisalak, Jalancagak, Kasomalang, dan Ciater. Di Kabupaten Bandung Barat, Rongga ikut masuk daftar, sedangkan di Kota Tasikmalaya ada Cihideung, Cipedes, Tawang, Indihiang, dan Bungursari.
Potensi meluas ke lebih banyak daerah
BMKG juga menyampaikan hujan berpeluang meluas ke 16 wilayah lainnya di Jawa Barat. Area yang masuk daftar perluasan ini tersebar di kabupaten dan kota yang berbeda, dengan cakupan wilayah yang cukup luas.
Di Kabupaten Sukabumi, daftar wilayahnya sangat banyak, mulai dari Pelabuhanratu, Simpenan, Cikakak, Bantargadung, Cisolok, Cikidang, Jampang Tengah, Warung Kiara, Cikembar, Cibadak, Nagrak, Parungkuda, Bojonggenteng, Parakansalak, Cicurug, Cidahu, Kalapanunggal, Kabandungan, Gunung Guruh, Cicantayan, Cisaat, Kadudampit, Caringin, Kebonpedes, Cireunghas, Purabaya, Nyalindung, Gegerbitung, hingga Ciambar.
Kabupaten Cianjur juga masuk perluasan cuaca hujan, dengan wilayah seperti Cibeber, Sukanagara, Campaka, Takokak, Kadupandak, Pagelaran, Tanggeung, Cibinong, Campakamulya, Cijati, Leles, Haurwangi, dan Pasirkuda. Kabupaten Bandung hanya menyebut Nagreg dalam daftar ini.
Daftar wilayah yang perlu tetap siaga
Kabupaten Garut mencakup Garut Kota, Karangpawitan, Wanaraja, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Banyuresmi, Kadungora, Leuwigoong, Cibatu, Kersamanah, Malangbong, Sukawening, Karangtengah, Bayongbong, Cilawu, Bl. Limbangan, Selaawi, Cibiuk, Pangatikan, dan Sucinaraja. Kabupaten Tasikmalaya yang masuk perluasan meliputi Salawu, Cineam, Karang Jaya, Manonjaya, Gunung Tanjung, Singaparna, Mangunreja, Sukarame, Leuwisari, Padakembang, Sariwangi, Sukaratu, Sukahening, Jamanis, Ciawi, Kadipaten, Pagerageung, dan Sukaresik.
Kabupaten Ciamis juga memiliki daftar panjang, yaitu Ciamis, Cikoneng, Cijeungjing, Sadananya, Cidolog, Panumbangan, Panjalu, Kawali, Panawangan, Cipaku, Jatinagara, Rajadesa, Sukadana, Rancah, Tambaksari, Lakbok, Banjarsari, Pamarican, Cimaragas, Cisaga, Baregbeg, Sukamantri, Lumbung, dan Purwadadi. Dengan sebaran yang luas seperti ini, warga di daerah-daerah tersebut diminta menyesuaikan aktivitas malam hari dengan kondisi cuaca.
Wilayah lain yang ikut disebut BMKG
Kabupaten Kuningan mencakup Subang, Selajambe, Darma, Cilebak, dan Hantara. Kabupaten Majalengka hanya menyebut Cingambul dalam daftar ini.
Kabupaten Sumedang meliputi Wado, Cibugel, Rancakalong, dan Tanjungmedar. Kabupaten Subang pada daftar perluasan mencantumkan Tanjungsiang, Cijambe, dan Serangpanjang, sedangkan Kabupaten Purwakarta masuk dengan Plered, Darangdan, Maniis, Tegalwaru, Wanayasa, Bojong, dan Kiarapedes.
Kabupaten Bandung Barat kembali muncul lewat Lembang, Parongpong, Cikalongwetan, Cipeundeuy, Cipongkor, dan Gununghalu. BMKG juga memasukkan Kabupaten Pangandaran melalui Mangunjaya, Kota Sukabumi melalui Gunung Puyuh, Cikole, Citamiang, Warudoyong, Baros, Lembursitu, dan Cibeureum, serta Kota Tasikmalaya melalui Kawalu, Cibeureum, Tamansari, Mangkubumi, dan Purbaratu. Kota Banjar turut masuk daftar lewat Banjar, Pataruman, Purwaharja, dan Langensari.
Dengan potensi hujan yang masih aktif, disertai kilat, petir, dan angin kencang, situasi malam ini di Jawa Barat menuntut kewaspadaan ekstra. Masyarakat yang harus bepergian disarankan memantau perkembangan cuaca dan menghindari area rawan saat hujan mulai turun lebih deras.
Source: berita.murianews.com






