Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition mencoba mengisi celah yang jarang ditemui di laptop premium. Bodinya sangat ringan, tetapi performanya masih cukup kuat untuk menjalankan game AAA modern saat dibawa bepergian.
Perpaduan itu membuat perangkat ini menarik bagi pekerja kantoran dan kreator yang sering berpindah tempat. Mereka bisa mendapatkan laptop ringkas untuk produktivitas, namun tetap punya ruang hiburan tanpa harus membawa laptop gaming berbobot besar.
Bobot ringan, desain tetap premium
Laptop ini memiliki bobot sekitar 975 gram dengan ketebalan 13,9 mm. Ukuran tersebut membuatnya mudah dibawa dengan satu tangan, masuk ke tas kecil, dan nyaman dipakai berpindah dari kafe ke ruang rapat.
Lenovo juga memberi sentuhan visual yang rapi melalui warna Seashell, putih krem dengan finishing matte. Tombol power ditempatkan di sisi bodi agar area keyboard terlihat lebih bersih.
Untuk mobilitas harian, Lenovo menambahkan slider fisik privacy shutter pada webcam. Paket penjualannya juga cukup lengkap karena sudah termasuk adaptor charger, mouse wireless, adaptor USB dan HDMI, serta buku manual.
Layar OLED 2.8K jadi nilai jual utama
Salah satu daya tarik terbesar ada pada panel PureSight Pro OLED 14 inci beresolusi 2.880 x 1.800 piksel atau 2.8K. Layar ini mendukung refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 1.100 nit, dan fitur touchscreen.
Kombinasi itu membuatnya nyaman untuk konsumsi hiburan sekaligus kerja visual. Saat dipakai mengetik, mengedit foto ringan, dan menonton film, panel OLED ini menampilkan warna tajam dengan kontras tinggi.
Fitur sentuhnya juga memberi fleksibilitas tambahan saat navigasi. Pengguna tidak selalu harus bergantung pada touchpad untuk berpindah menu atau membuka aplikasi.
Performa kerja kencang untuk penggunaan harian
Unit yang diuji merupakan versi Singapura dengan Intel Core Ultra X9 388H. Model resmi Indonesia menggunakan Intel Core Ultra X9 378H, dengan perbedaan utama pada clock maksimum yang mencapai 5,1 GHz pada model Singapura dan 5,0 GHz pada model Indonesia.
Di luar itu, spesifikasinya identik. Laptop ini dibekali RAM LPDDR5X 32 GB, SSD PCIe Gen 4 1 TB, dan Windows 11 Pro.
Dalam penggunaan harian, performanya terasa responsif. Proses booting cepat, perpindahan aplikasi mulus, dan membuka banyak tab browser tidak menunjukkan hambatan berarti.
Aktivitas seperti mengetik artikel, mengedit foto ringan, dan video conference juga berjalan lancar. Ini menegaskan posisinya sebagai laptop kerja premium yang tidak mengorbankan kecepatan dasar.
Kejutan datang dari sisi gaming
Bagian paling menarik justru muncul dari performa grafisnya. Meski tidak memakai GPU diskret seperti Nvidia GeForce RTX atau AMD Radeon, GPU terintegrasi Intel Arc B390 mampu memberi hasil yang impresif untuk bodi setipis ini.
Sejumlah game AAA dan e-sports masih bisa dimainkan dengan frame rate yang layak. Forza Horizon 6 mencatat 50-60 FPS pada resolusi 1.920 x 1.200 piksel dengan pengaturan Low.
Hogwarts Legacy berjalan di 45-55 FPS pada resolusi native 2.880 x 1.800 piksel dengan setelan Low. Death Stranding mencatat 40-50 FPS pada resolusi 1.920 x 1.080 piksel dengan pengaturan High.
Untuk game lain, Genshin Impact berada di kisaran 35-45 FPS pada resolusi native dengan setelan Low. Honkai: Star Rail mencatat 25-35 FPS pada resolusi native dengan pengaturan Medium.
Di ranah game kompetitif, hasilnya juga cukup meyakinkan. Dota 2 berjalan di 55-65 FPS pada resolusi native 2.880 x 1.800 piksel dengan setelan High, sementara Counter-Strike 2 berada di 40-50 FPS pada resolusi native dengan pengaturan High.
Pragmata menjadi beban terberat dalam pengujian. Game itu masih bisa dimainkan di 25-30 FPS pada resolusi 1.920 x 1.200 piksel dengan pengaturan High.
Sebagian besar pengujian dilakukan pada resolusi native layar yang lebih tinggi dari Full HD. Artinya, masih ada ruang peningkatan frame rate jika resolusi diturunkan ke 1.920 x 1.080 piksel.
Meski begitu, laptop ini tetap bukan pengganti laptop gaming kelas menengah atau atas untuk bermain di setelan grafis tinggi. Keunggulannya ada pada kemampuan menjalankan banyak game modern tanpa mengorbankan bobot dan portabilitas.
Kipas kalem, baterai cukup tahan lama
Saat dipakai bermain game, kipas laptop ini tidak terdengar terlalu mengganggu. Kondisi itu membuatnya masih nyaman dipakai di ruang kerja atau kafe.
Temperatur bodi memang terasa sedikit hangat ketika menjalankan game AAA dalam waktu lama, tetapi masih tergolong wajar. Ini bisa dimaklumi karena bodinya sangat tipis dan beban grafis ditangani GPU terintegrasi.
Daya tahan baterai juga menjadi nilai plus. Untuk penggunaan harian seperti mengetik dokumen, membuka banyak tab browser, media sosial, edit foto ringan, dan meeting online, laptop ini mampu bertahan sekitar 8-9 jam screen-on time.
Jika diselingi mode sleep atau standby, total daya tahannya bisa mencapai sekitar 15 jam. Angka itu cukup menonjol untuk laptop dengan layar OLED touchscreen yang umumnya lebih boros dibanding panel IPS.
Saat dipakai bermain game berat seperti Hogwarts Legacy, baterainya turun ke kisaran 1,5 hingga 2 jam. Penurunan itu wajar karena CPU dan GPU bekerja jauh lebih keras dibanding saat menjalankan aplikasi produktivitas.
Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan dalam satu perangkat. Laptop ini ringan, layarnya tajam, performa kerjanya kencang, dan masih mampu menjalankan banyak game modern tanpa harus membawa mesin gaming 2-3 kilogram.
