Iran pulang dari fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan yang sulit dipercaya: mereka tidak kalah satu kali pun, tetapi tetap tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan. Satu keputusan VAR di menit ke-93 saat melawan Mesir menjadi pembeda yang mengubah nasib Team Melli.
Dengan tiga hasil imbang dari tiga laga, Iran sebenarnya tampil cukup stabil dan disiplin. Namun, raihan tiga poin itu tidak cukup untuk membawa mereka lolos ke babak 32 besar lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Perjalanan yang rapi, tetapi tak cukup tajam
Di Grup G, Iran satu grup dengan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Mereka membuka fase grup dengan hasil 2-2 melawan Selandia Baru, lalu menahan Belgia 0-0, sebelum kembali bermain imbang 1-1 kontra Mesir.
Rangkaian hasil itu menunjukkan betapa ketatnya permainan Iran. Pertahanan mereka tampil solid, tetapi di saat yang sama mereka gagal mengamankan kemenangan yang dibutuhkan untuk menjaga peluang lebih besar.
| Lawan | Hasil | Dampak |
|---|---|---|
| Selandia Baru | 2-2 | Menjaga asa sejak laga awal |
| Belgia | 0-0 | Menegaskan pertahanan yang rapat |
| Mesir | 1-1 | Menentukan nasib, lalu dianulir VAR |
Gol menit ke-93 yang tidak jadi penyelamat
Drama terbesar datang saat menghadapi Mesir. Di menit ke-93, Shoja Khalilzadeh sempat mencetak gol yang memicu selebrasi besar di kubu Iran.
Gol itu awalnya tampak seperti tiket menuju babak 32 besar. Namun, wasit kemudian meninjau ulang melalui Video Assistant Referee atau VAR, dan keputusan berubah setelah Khalilzadeh dinyatakan offside sebelum menerima umpan.
Skor pun tetap 1-1 hingga laga selesai. Dalam sekejap, euforia berganti menjadi kekecewaan yang berat di pihak Iran.
Tersingkir tanpa kalah, namun tetap tak lolos
Format baru Piala Dunia 2026 memberi peluang bagi tim peringkat ketiga terbaik untuk melangkah ke fase gugur. Meski demikian, koleksi tiga poin dari tiga hasil seri belum cukup untuk menempatkan Iran di daftar tersebut.
Team Melli akhirnya tersingkir tanpa pernah merasakan kekalahan sepanjang fase grup. Catatan itu memang langka, tetapi tetap kalah nilai dibandingkan satu kemenangan yang bisa mengubah posisi mereka di klasemen.
Perjalanan Iran di turnamen ini kini dikenang sebagai salah satu kisah paling pahit. Mereka tampil konsisten dan sulit ditembus, tetapi satu momen kecil di menit akhir membuat harapan besar itu hilang begitu saja.
