Sesak napas saat naik tangga dan tubuh yang cepat lelah sering dianggap keluhan biasa. Namun, tanda seperti itu bisa menjadi sinyal kebocoran katup jantung yang tidak boleh diabaikan.
Kondisi ini kerap terlambat dikenali karena gejalanya mirip dengan kelelahan akibat aktivitas padat atau proses menua. Padahal, semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang pasien mendapat terapi yang tepat sebelum fungsi jantung menurun lebih jauh.
Gejala yang Sering Dianggap Biasa
Pada tahap awal, kebocoran katup jantung atau mitral regurgitation bisa muncul saat aktivitas fisik. Keluhan yang sering menyertai antara lain cepat lelah, sesak napas, kaki bengkak, dan tubuh terasa tidak sekuat biasanya.
Jika kondisi memburuk, sesak tidak hanya muncul ketika bergerak, tetapi juga saat berbaring. Pada tahap yang lebih berat, pasien bisa terbangun saat tidur karena napas terasa sesak dan akhirnya harus beristirahat dalam posisi setengah duduk.
Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi dan konsultan aritmia di Primaya Hospital Kelapa Gading, menegaskan bahwa banyak pasien baru datang saat keluhan sudah berat. Saat itu, pilihan terapi bisa menjadi lebih terbatas karena fungsi jantung sudah menurun.
Pemeriksaan Dokter Menjadi Penentu
Keluhan pasien memang penting, tetapi pemeriksaan medis tetap menjadi kunci utama untuk memastikan penyebabnya. Saat diperiksa dengan stetoskop, dokter dapat menemukan suara khas seperti aliran cairan yang melewati pipa bocor, yang mengarah pada dugaan kebocoran katup.
Untuk mengetahui lokasi dan tingkat keparahannya, pemeriksaan yang paling akurat adalah ekokardiografi atau USG jantung. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat kondisi katup dan menilai apakah aliran darah di jantung terganggu.
| Tahap Keluhan | Gejala yang Disebutkan | Arti Klinis |
|---|---|---|
| Awal | Sesak saat beraktivitas, cepat lelah | Perlu evaluasi lebih lanjut |
| Memburuk | Sesak saat berbaring, bengkak pada kaki | Mengarah ke gangguan yang lebih berat |
| Berat | Terbangun karena sesak saat tidur, harus setengah duduk | Fungsi jantung bisa sudah menurun |
Penyebabnya Bisa Berbeda-beda
Kebocoran katup jantung tidak selalu muncul karena satu penyebab yang sama. Pada sebagian orang, kondisi ini berkaitan dengan proses penuaan atau gangguan fungsi jantung.
Ada juga pasien yang mengalaminya akibat penyakit jantung rematik. Kondisi itu biasanya berawal dari infeksi tenggorokan saat masa kanak-kanak yang tidak ditangani dengan baik, lalu kerusakan katup baru terlihat 10 sampai 15 tahun kemudian.
Karena itu, infeksi tenggorokan pada anak tidak sebaiknya disepelekan. Penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu mencegah masalah jantung di kemudian hari.
Faktor Risiko yang Perlu Dikendalikan
Selain penyebab langsung, ada faktor risiko penyakit jantung yang juga dapat berkontribusi pada gangguan katup. Prof. Yoga menyebut tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kebiasaan merokok sebagai faktor yang perlu dikendalikan.
Langkah pencegahan yang disarankan adalah menjaga tekanan darah tetap normal, mengontrol gula darah, menjaga berat badan, dan berhenti merokok. Upaya ini penting untuk menekan risiko gangguan jantung yang bisa berdampak pada katup.
Pilihan Tindakan Minimal Invasif untuk Pasien Risiko Tinggi
Bagi pasien dengan risiko tinggi untuk menjalani operasi jantung terbuka, Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan prosedur MitraClip. Tindakan ini dilakukan melalui kateter dari pembuluh darah di lipat paha tanpa perlu membuka dada.
MitraClip bekerja dengan menjepit bagian katup mitral yang bocor agar aliran darah kembali lebih optimal. Prof. Yoga menyebut prosedur ini memberi harapan baru bagi pasien yang sebelumnya tidak memungkinkan menjalani operasi konvensional.
Salah satu pasien yang ditangani disebut merupakan pria berusia 72 tahun dengan kebocoran katup mitral berat, yang telah berulang kali mengalami gagal jantung dan hanya memiliki fungsi pompa jantung sekitar 25 persen.
Harapan Setelah Tindakan
Setelah menjalani MitraClip, sebagian besar pasien bisa kembali beraktivitas dengan lebih baik. Perbaikan fungsi katup dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik sehingga keluhan seperti sesak saat menaiki tangga menjadi berkurang.
Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, mengatakan kehadiran MitraClip memperkuat layanan jantung yang komprehensif di rumah sakit tersebut. Layanan itu mencakup diagnosis hingga tindakan intervensi yang kompleks dengan teknologi tinggi.
Meski begitu, pasien tetap perlu menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter setelah tindakan. Prof. Yoga menjelaskan bahwa obat pengencer darah tetap dibutuhkan untuk mencegah terbentuknya bekuan darah pada alat yang dipasang.
