Kementerian Kesehatan menerima bantuan alat kesehatan senilai Rp 1,5 miliar untuk membantu pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Bantuan ini diharapkan bisa mempercepat kembalinya layanan kesehatan di puskesmas dan fasilitas lain yang mengalami kerusakan.
Di tengah proses rehabilitasi yang masih berjalan, dukungan ini menjadi tambahan penting bagi daerah yang harus segera menghidupkan kembali layanan dasar kesehatan. Sejumlah alat yang disalurkan mencakup tensimeter, antropometri kit, sterilizator kering, tempat tidur engkol, stetoskop dewasa, dental unit, hingga alat fogging.
Donasi dari gotong royong masyarakat
Dana bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana lewat kegiatan charity running bertajuk Care for Sumut Running yang digelar pada awal Februari 2026. Penyalurannya melalui Kemenkes dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama agar distribusinya lebih tepat sasaran.
Perwakilan donatur Pemuda Sumatera Utara, Bara Krishna Hasibuan, mengatakan Kemenkes dipilih karena dinilai memiliki pengalaman dan jaringan yang memadai dalam menyalurkan bantuan kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa bantuan itu lahir dari semangat gotong royong masyarakat untuk membantu warga terdampak di Sumatera.
“Dana ini merupakan hasil gotong royong masyarakat yang ingin membantu saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Bara di Jakarta, Kamis (254/6/2026). Ia menambahkan, Kemenkes dianggap mampu memastikan bantuan sampai ke pihak yang benar-benar membutuhkan.
Rehabilitasi fasilitas kesehatan masih dikejar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah terus berupaya mengamankan pendanaan untuk rehabilitasi fasilitas kesehatan yang terdampak bencana. Ia menyebut Kemenkes telah mengajukan anggaran rehabilitasi sekitar Rp 200 miliar.
Dari jumlah itu, sekitar Rp 100 miliar telah disetujui untuk perbaikan rumah sakit yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Namun, pendanaan untuk rehabilitasi puskesmas masih menunggu proses pengajuan lanjutan.
Kemenkes berharap usulan rehabilitasi puskesmas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat segera mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan. Menurut Budi, percepatan persetujuan anggaran penting agar pelayanan kesehatan masyarakat di daerah terdampak bisa kembali berjalan normal.
Bantuan alkes senilai Rp 1,5 miliar itu menjadi salah satu dukungan tambahan saat kebutuhan pemulihan layanan kesehatan pascabanjir masih besar. Di saat pengajuan anggaran rehabilitasi masih berlangsung, dukungan dari masyarakat dan donatur membantu meringankan kebutuhan fasilitas kesehatan yang harus segera pulih.
