Gencatan Senjata Runtuh di Perbatasan Pakistan-Afghanistan, Puluhan Warga Sipil Tewas

Author: Cung Media

Ketegangan di perbatasan Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah serangan lintas batas memicu jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar. Taliban Afghanistan menyebut serangan udara Pakistan dan pengerahan pasukan darat pada Minggu menewaskan puluhan warga sipil dan melukai banyak lainnya.

Otoritas Taliban menggambarkan serangan itu sebagai tindakan “pengecut” dan menyebutnya sebagai “kejahatan dan kekejaman”. Seorang pejabat Taliban yang berbicara kepada BBC Pashto mengatakan sedikitnya 100 orang tewas atau terluka dalam insiden terbaru tersebut.

Versi Berbeda Soal Korban

Taliban Afghanistan mengatakan serangan menghantam rumah-rumah warga sipil di Paktia, Paktika, dan Kunar. Pejabat Taliban juga menyebut korban terkonsentrasi di Mandikhel, sebuah desa di provinsi Paktika.

Pakistan memberikan keterangan berbeda. Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan 29 militan tewas dalam serangan yang menyasar tempat persembunyian mereka, dan menyebut operasi itu sebagai respons atas “serangan teroris terbaru terhadap orang-orang tak bersalah”.

Pihak Klaim Korban Lokasi
Taliban Afghanistan Puluhan warga sipil tewas, sedikitnya 100 orang tewas atau terluka Paktia, Paktika, Kunar, Mandikhel
Pakistan 29 militan tewas Tempat persembunyian militan

BBC belum memverifikasi secara independen angka korban yang disampaikan kedua pihak. Perbedaan klaim itu kembali menyoroti rapuhnya situasi di sepanjang perbatasan yang selama ini menjadi sumber sengketa panjang.

Gencatan Senjata Kembali Gagal Bertahan

Benturan terbaru ini terjadi saat gencatan senjata yang disepakati pada Oktober lalu kembali runtuh. Kesepakatan itu lahir setelah berminggu-minggu bentrokan mematikan, tetapi seperti beberapa upaya damai lain yang dimediasi internasional, truce tersebut tidak bertahan lama.

Dalam beberapa bulan terakhir, pejabat dari kedua negara juga melaporkan bentrokan perbatasan dan serangan udara yang menewaskan puluhan orang. Pada Februari, bentrokan antara kedua negara menewaskan puluhan orang, sedangkan pada Maret serangan Pakistan ke sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul menewaskan ratusan.

Pemicu Terbaru dan Dampak yang Menjalar

Serangan pada Minggu datang sehari setelah tiga anggota Sindh Rangers, pasukan paramiliter Pakistan, tewas di markas mereka di Karachi, menurut militer Pakistan. Tiga militan juga tewas dalam serangan bunuh diri itu, dan pejabat Pakistan mengatakan seorang tersangka keempat yang ditangkap adalah warga Afghanistan.

Jamaat-ul-Ahrar, faksi pecahan dari TTP, mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu itu. TTP, yang juga dikenal sebagai Pakistan Taliban, dan Jamaat-ul-Ahrar sama-sama dilarang di Pakistan dan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa karena keterlibatan mereka dalam serangan-serangan sebelumnya.

Pakistan juga mengatakan serangan udara terbarunya pada Juni menewaskan 26 militan. Namun, pemerintah Taliban menyebut 13 orang, sebagian besar anak-anak, juga tewas dalam serangan itu.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bagaimana bentrokan di perbatasan tidak lagi berdiri sebagai insiden tunggal, melainkan bagian dari siklus serangan, balasan, dan tudingan yang terus berulang. Di tengah saling tuduh soal perlindungan kelompok militan, ruang untuk meredakan konflik kembali menyempit.

Terbaru