Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas jaring pengaman bagi buruh dengan menghadirkan daycare di kawasan pekerja dan memperkuat koperasi karyawan. Dua langkah ini diarahkan untuk menjaga stabilitas sektor manufaktur sekaligus membantu pekerja menghadapi kebutuhan harian yang kerap memengaruhi produktivitas.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Daycare Tripartit Berdikari di Rusunawa Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Fasilitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan langsung pemerintah daerah terhadap pekerja formal yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan urusan pengasuhan anak.
Daycare untuk meringankan beban pengasuhan
Luthfi menilai keberadaan penitipan anak memberi solusi praktis bagi buruh agar bisa bekerja lebih tenang. Anak yang dititipkan di tempat aman dan terpantau memungkinkan pekerja tetap fokus menjalankan tugas tanpa terbebani urusan rumah tangga di jam kerja.
“Daycare dibangun dan diresmikan di daerah Ungaran. Ada beberapa daerah yang sudah juga seperti di Batang dan lainnya, agar tenaga kerja atau buruh kita maksimal,” ujar Luthfi. Ia juga menekankan bahwa fasilitas seperti itu memberi ruang agar anak tetap mendapat pola asuh dan asih yang layak.
Pemprov Jawa Tengah meminta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi memetakan kebutuhan serupa di daerah lain. Langkah ini membuka peluang replikasi model daycare di wilayah berbeda sesuai kebutuhan buruh setempat.
Kapasitas terbatas, layanan disiapkan dengan pendamping profesional
Ketua Yayasan Anugerah Tripartit Serasi, Sakun Adi Wiratmoko, menjelaskan Daycare Tripartit Berdikari menampung 15 anak. Fasilitas ini dijaga satu guru PAUD, satu guru pendamping, dan satu guru pendamping muda agar pengasuhan berjalan sesuai kebutuhan anak.
Layanan daycare dibuka Senin sampai Sabtu, mulai pukul 06.30 hingga 17.00 WIB. Sakun menyebut jam layanan masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan pekerja atau buruh yang menjadi sasaran utama program.
Kehadiran fasilitas ini ditujukan untuk membantu pekerja yang kesulitan membagi waktu antara tugas di pabrik dan tanggung jawab keluarga. Dengan layanan pengasuhan yang lebih dekat dengan lingkungan kerja atau hunian, beban nonproduksi buruh dapat berkurang tanpa mengganggu ritme industri.
Koperasi karyawan jaga daya beli buruh
Selain daycare, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat dukungan melalui koperasi karyawan. Hingga kini, tercatat 537 koperasi karyawan beroperasi di berbagai daerah di Jawa Tengah dan membantu memenuhi kebutuhan pokok pekerja.
Luthfi menyebut koperasi itu menjual barang kebutuhan dasar dengan harga produsen. Beras dan cabai dipasok langsung dari petani, sedangkan minyak goreng disalurkan dari Bulog agar daya beli karyawan tetap terjaga.
Skema ini dirancang untuk memendekkan rantai distribusi dan membuat kebutuhan pokok lebih terjangkau. Dalam konteks industri, kebijakan seperti ini penting karena kesejahteraan buruh tidak hanya ditentukan upah, tetapi juga biaya hidup sehari-hari.
Paket perlindungan sosial untuk ekosistem industri
Program daycare menjadi pelengkap kebijakan lain yang lebih dulu berjalan di Jawa Tengah. Subsidi transportasi yang sudah berlangsung sejak tahun lalu dan program perumahan bagi pekerja berpenghasilan rendah ikut menjadi bagian dari perlindungan sosial yang disiapkan pemerintah daerah.
Rangkaian kebijakan itu menunjukkan pendekatan yang tidak semata mengejar produktivitas pabrik, tetapi juga memperhatikan ketahanan hidup pekerja. Di tengah kebutuhan sektor manufaktur atas tenaga kerja yang stabil, dukungan seperti daycare, koperasi, transportasi, dan hunian menjadi elemen penting untuk menjaga ekosistem industri tetap berjalan lebih manusiawi dan kompetitif.
Source: semarang.bisnis.com






