Perut buncit sering dianggap cuma masalah tampilan, padahal kondisi ini juga berkaitan dengan risiko kesehatan yang lebih serius. Lemak di area perut dikaitkan dengan diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, stroke, perlemakan hati, hingga penyakit jantung.
Yang sering luput disadari, pemicunya tidak selalu berasal dari pola makan besar atau perubahan ekstrem. Beberapa kebiasaan harian yang terlihat biasa justru bisa mendorong penumpukan lemak visceral di perut secara perlahan.
1. Terlalu Sering Duduk dan Jarang Bergerak
Kurang aktivitas fisik disebut sebagai salah satu penyebab utama penumpukan lemak perut. Ahli gizi Katherine Brooking, MS, RD, menjelaskan bahwa kebiasaan ini menurunkan pengeluaran energi dan sensitivitas insulin.
Saat otot jarang dipakai, tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak visceral dibanding lemak subkutan. Karena itu, olahraga teratur selama 30 hingga 60 menit per hari dalam seminggu disarankan agar pembakaran energi tetap terjaga.
2. Terlalu Mengandalkan Makanan Olahan
Makanan olahan memang praktis, tetapi biasanya tinggi karbohidrat olahan, gula tambahan, dan lemak jenuh. Kombinasi ini memudahkan tubuh menyimpan kelebihan kalori sebagai lemak visceral.
Karolin Saweres, MS, RDN, LD, menyebut pola makan seperti ini membuat penumpukan lemak di perut lebih mudah terjadi. Brooking menyarankan pola makan yang kaya protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, serta banyak buah dan sayuran.
| Kebiasaan | Dampak yang Disebut Ahli | Saran |
|---|---|---|
| Jarang bergerak | Pengeluaran energi turun, sensitivitas insulin menurun | Olahraga 30–60 menit per hari dalam seminggu |
| Makanan olahan | Kalori berlebih lebih mudah disimpan sebagai lemak visceral | Pilih protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, buah, dan sayur |
| Kurang tidur | Hormon lapar terganggu, kortisol meningkat | Tidur 7–9 jam pada jam yang sama |
| Stres kronis | Kortisol memicu penumpukan lemak visceral | Kelola stres dengan meditasi, olahraga, atau dukungan sosial |
3. Kurang Tidur Bisa Mengacaukan Metabolisme
Kebiasaan begadang atau tidur yang tidak cukup bukan hanya membuat tubuh lelah. Brooking mengatakan, kurang tidur bisa mengubah hormon leptin dan ghrelin serta meningkatkan kortisol.
Perubahan itu dapat meningkatkan keinginan makan dan mendorong penimbunan lemak perut. Karena itu, tidur berkualitas selama 7 hingga 9 jam setiap hari disarankan dilakukan pada jam yang sama.
4. Stres yang Tak Kunjung Mereda
Stres kronis juga disebut dapat mengubah cara tubuh menyimpan lemak di area perut. dr. Nesochi Okeke-Igbokwe menjelaskan bahwa stres berkepanjangan memicu pelepasan hormon kortisol yang berkontribusi pada penumpukan lemak visceral.
Saat kortisol tetap tinggi dalam waktu lama, sinyal lapar normal bisa terganggu dan keinginan makan meningkat. Para ahli menyarankan pengelolaan stres lewat meditasi, olahraga, berkumpul dengan teman, atau berbicara dengan profesional.
Empat kebiasaan ini memang terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa menumpuk jika dibiarkan terus-menerus. Mengatur aktivitas fisik, pola makan, tidur, dan stres menjadi langkah penting untuk menekan risiko perut buncit sebelum berkembang lebih jauh.
Source: www.beautynesia.id






