Kemarau Baru Dimulai, 37 Karhutla Menjangkau 16 Daerah di Jawa Tengah

Musim kemarau yang baru berlangsung di Jawa Tengah sudah diiringi puluhan kejadian kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 37 kejadian karhutla tercatat tersebar di 16 kabupaten dan kota dalam periode 5 Juni hingga 12 Juli.

Angka tersebut menunjukkan api telah muncul di banyak wilayah, meski jumlahnya masih lebih kecil dibandingkan seluruh kejadian kebakaran pada periode yang sama. Kebakaran yang tercatat lebih banyak mengarah ke lahan daripada kawasan hutan.

37 Karhutla di Tengah 242 Kejadian Kebakaran

Dalam rentang 5 Juni sampai 12 Juli, total kebakaran yang tercatat mencapai 242 kejadian. Dari jumlah itu, 37 kejadian masuk kategori Karhutla Jawa Tengah.

Jenis KejadianJumlahPeriode
Total kejadian kebakaran242 kejadian5 Juni–12 Juli
Kebakaran hutan dan lahan37 kejadian5 Juni–12 Juli

Bergas menyampaikan data itu saat diwawancarai pada Rabu, 15 Juli 2026. Ia mengatakan, “Jadi mulai periode 5 Juni sampai 12 Juli, total kejadian (kebakaran) adalah 242. Dari 242 itu, kebakaran hutan dan lahannya 37. Tapi cenderung ke lahan.”

Persebaran kejadian tersebut tidak terkonsentrasi pada satu kawasan saja. Sukoharjo, Blora, Klaten, dan Sragen termasuk wilayah yang disebut memiliki jumlah kejadian karhutla terbanyak.

Lahan Terbuka Menjadi Titik yang Rentan

Lokasi yang terdampak mencakup lahan pertanian, area rumput liar, serta semak belukar. Ketika cuaca panas berlangsung, vegetasi di lahan terbuka dapat mengering dan lebih mudah terbakar.

Bergas menyebut gesekan sebagai salah satu indikasi pemicu api di area yang dipenuhi rumput liar. Menurutnya, kondisi panas dapat berkaitan dengan munculnya kebakaran pada rumput yang telah mengering.

“Kalau yang rumput liar itu indikasinya (pemicu kebakaran) bisa karena gesekan, karena kan cuacanya sangat panas. Bisa karena gesekan, lalu dia terbakar,” ujar Bergas, seperti dilaporkan rejogja.republika.co.id.

Kondisi Musim Kemarau membuat lahan berumput dan semak perlu mendapat perhatian lebih. Rerumputan yang mengering dapat menjadi area terdampak saat api muncul dan menjalar di lahan terbuka.

Puntung Rokok dan Pembakaran Sampah Perlu Diwaspadai

Selain kondisi vegetasi kering, faktor manusia juga disebut dapat memicu kebakaran. Puntung rokok yang dibuang ke lahan berisi semak atau rerumputan mengering berpotensi memunculkan api.

Aktivitas pembakaran sampah menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan selama kemarau. Api dari pembakaran sampah dapat merembet atau menyambar lahan kering di sekitarnya.

Data pada periode tersebut memperlihatkan bahwa Kebakaran Lahan menjadi kecenderungan utama dibanding kebakaran di kawasan hutan. Situasi ini menempatkan lahan pertanian, semak belukar, dan area rumput liar sebagai lokasi yang perlu diwaspadai di berbagai daerah Jawa Tengah.

Meski 37 kejadian karhutla berada di bawah total 242 kebakaran yang tercatat, jangkauannya sudah meliputi 16 kabupaten dan kota. Catatan itu menjadi gambaran bahwa risiko kebakaran telah muncul sejak awal musim kemarau berlangsung.

Source: rejogja.republika.co.id
Terkait