Ilham Arief Sirajuddin atau IAS memulai kepemimpinan baru di Golkar Sulawesi Selatan dengan target elektoral yang jauh lebih tinggi pada Pemilu 2029. Partai menargetkan sedikitnya enam kursi DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan, naik dari perolehan empat kursi saat ini.
Target tersebut juga mencakup lonjakan kursi di DPRD Sulawesi Selatan dan DPRD kabupaten/kota. Kepengurusan baru IAS kini dihadapkan pada pekerjaan konsolidasi organisasi hingga tingkat kelurahan sebelum memasuki agenda politik berikutnya.
Terpilih Aklamasi dalam Musda XI
IAS ditetapkan sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026-2031 dalam rapat pleno Musyawarah Daerah XI di Hotel Claro Makassar, Minggu, 19 Juli 2026. Penetapan berlangsung secara aklamasi setelah IAS menjadi satu-satunya calon yang memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.
Munafri Arifuddin, yang sebelumnya disebut sebagai bakal calon lain, tidak menghadiri musda dan tidak mengembalikan formulir pendaftaran. Situasi itu membuat proses pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan hanya diikuti satu calon.
Setelah penetapan, IAS menyatakan aspirasi dari pengurus DPD II akan menjadi rujukan dalam menjalankan kepengurusan. “Saya berharap teman-teman DPD II, sebagaimana amanat dalam rekomendasi komisi A dan komisi B, menjadi rujukan kami dan akan kami jalankan sesuai dengan harapan bersama,” kata IAS.
Sasaran Kursi di Tiga Tingkatan
Golkar Sulsel memasang target kenaikan kursi di tiga tingkat lembaga legislatif sekaligus. Sasaran itu meliputi DPR, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
| Tingkat Legislatif | Perolehan Saat Ini | Target Pemilu 2029 |
|---|---|---|
| DPR dari Sulawesi Selatan | 4 kursi | Minimal 6 kursi |
| DPRD Sulawesi Selatan | 14 kursi | 21 kursi |
| DPRD kabupaten/kota | 138 kursi | Hampir 200 kursi |
Kenaikan target di DPRD Sulawesi Selatan berarti Golkar Sulsel membidik tambahan tujuh kursi dari perolehan saat ini. Sementara itu, target di tingkat kabupaten dan kota mengarah pada tambahan hampir 62 kursi.
Menurut Beritasatu yang mengutip Antara, kepengurusan IAS berkomitmen mengikuti arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Arahan tersebut berfokus pada peningkatan perolehan kursi legislatif Golkar dalam Pemilu 2029.
IAS menilai sasaran tersebut tidak mungkin dicapai oleh satu tingkatan kepengurusan saja. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus pusat, pengurus provinsi, dan DPD II Partai Golkar di seluruh kabupaten serta kota.
Konsolidasi Ditargetkan Tuntas pada 2027
Langkah awal kepengurusan baru adalah menuntaskan musda Golkar di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Tahapan musda tingkat daerah itu ditargetkan selesai pada November 2026.
Setelah itu, pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan ditargetkan rampung pada Maret 2027. Struktur partai kemudian akan dibentuk hingga tingkat kelurahan sebagai bagian dari penguatan organisasi.
IAS berharap pemilihan pemimpin partai di tingkat kabupaten dan kota mempertimbangkan figur yang tepat untuk membangun organisasi. Ia juga mengajak pengurus yang masih memiliki keinginan membesarkan partai untuk duduk bersama dalam proses tersebut.
Ia telah menandatangani pakta integritas sebagai komitmen menjalankan amanat partai. Komitmen serupa direncanakan diterapkan sampai tingkat kabupaten dan kota guna menopang target organisasi.
IAS menilai konsolidasi yang selesai pada 2027 akan membuat struktur Golkar Sulsel lebih siap menghadapi agenda politik selanjutnya. Penetapannya sebagai ketua kemudian ditandai penyerahan pataka Partai Golkar oleh pimpinan sidang dari DPP Partai Golkar, Mustafa Raja.
