Honda CB1000F Hadir Lebih Murah dari Hornet SP, Retro Klasik dengan Mesin Jinak

Honda CB1000F 2026 datang dengan pendekatan yang cukup menarik: tampil klasik, tetapi tetap membawa perangkat modern dan karakter mesin yang lebih ramah untuk dipakai harian. Motor ini juga dibanderol agresif, sehingga langsung diposisikan sebagai opsi yang menggoda di kelasnya.

Disadur dari Cycle World, harga CB1000F berada di angka USD10.599. Nilai itu membuatnya USD2.300 lebih murah dari Kawasaki Z900RS ABS dan USD400 di bawah Honda CB1000 Hornet SP yang menjadi basis pengembangannya.

Wajah lawas, isi modern

Secara tampilan, CB1000F mengarah kuat ke gaya motor Jepang era akhir 1970-an. Honda mengambil inspirasi dari CB750F 1979 dan CB900F, sementara grafis bodinya mengingatkan pada motor balap CB-F 1023 cc milik Freddie Spencer.

Di balik bodi bernuansa retro itu, Honda tidak sekadar menempelkan desain klasik ke motor modern. Basis mesinnya tetap berasal dari CB1000 Hornet SP, dengan mesin empat silinder segaris DOHC yang masih punya garis keturunan dari CBR1000RR 2017.

Namun karakter tenaganya dibuat berbeda. Menurut Ben Purvis, koresponden Cycle World di Inggris, tenaga puncaknya sekitar 122 hp, lebih rendah dari Hornet SP yang mencapai 155 hp.

Tenaga itu muncul pada putaran yang lebih rendah, sementara torsinya turun tipis menjadi 76 lb-ft dari 77 lb-ft. Kombinasi itu membuat CB1000F terasa lebih masuk akal untuk pemakaian sehari-hari ketimbang mengejar performa puncak semata.

Honda juga mengubah sejumlah komponen penting agar karakter mesinnya lebih santai di jalan raya. Poros nok, saluran udara masuk, dan rasio transmisi ikut disetel ulang supaya motor lebih responsif di putaran bawah.

Gigi satu dan dua dibuat lebih responsif untuk akselerasi, sedangkan gigi tiga sampai enam dibuat lebih panjang agar putaran mesin tidak terlalu tinggi saat cruising. Honda menyebut targetnya adalah menghadirkan performa yang menyenangkan dan seimbang di seluruh rentang putaran mesin.

Fitur modern di balik tampilan klasik

CB1000F juga tidak kalah serius di sektor elektronik. Motor ini memakai IMU enam sumbu untuk membantu sistem keselamatan membaca gerak motor dengan lebih akurat.

Ada tiga mode berkendara, yaitu Standard, Rain, dan Sport, plus dua mode yang bisa diatur sendiri oleh pengendara. Fitur lain yang ikut dibawa meliputi kontrol traksi, pengaturan pengereman mesin, ABS menikung, panel TFT 5 inci, koneksi ponsel, lampu LED, ride-by-wire, dan kunci pintar.

Perlengkapan itu menempatkan CB1000F sejajar dengan motor modern dari sisi fitur. Honda jelas ingin memastikan nuansa klasiknya tidak berarti mengorbankan kemudahan dan keamanan berkendara.

Sasis dan rem dibuat lebih realistis

Motor ini memakai rangka twin-spar seperti Hornet SP, tetapi subframe dibuat lebih kaku agar penumpang mendapat kenyamanan yang lebih baik. Di depan, Honda memasang suspensi Showa SFF-BP 41 mm.

Bagian belakang mengandalkan Showa Pro-Link monoshock. Untuk pengereman, dipakai kaliper Nissin empat piston radial dengan cakram ganda 310 mm di depan.

CB1000F tidak memakai kaliper Brembo Stylema dan sokbreker belakang Öhlins seperti Hornet SP. Perbedaan itu sejalan dengan strategi harga yang membuat motor ini lebih terjangkau.

Spesifikasi lainnya mencakup mesin 1.000 cc empat silinder segaris, transmisi 6 percepatan, injeksi PGM-FI, tinggi jok 31,3 inci atau sekitar 795 mm, tangki 4,2 galon atau sekitar 15,9 liter, dan bobot tanpa bahan bakar 472 pon atau sekitar 214 kg.

Bagi penggemar motor Jepang bergaya lawas, CB1000F menawarkan paket yang cukup lengkap: tampang klasik, teknologi masa kini, dan mesin yang disetel lebih ramah untuk jalan raya. Di tengah pasar retro modern, kombinasi itu membuatnya tampil sebagai pilihan yang tidak hanya mengandalkan nostalgia.

Source: voi.id

Terkait