Great Plains Bukan Dataran Biasa, Hamparan Raksasa dengan Ekosistem Keras

Author: Cung Media

Great Plains sering terlihat seperti lautan rumput yang datar, tetapi wilayah ini menyimpan bentang alam yang jauh lebih rumit. Di jantung Amerika Utara, kawasan ini menjadi salah satu lanskap paling luas sekaligus rumah bagi ekosistem padang rumput terbesar di benua itu.

Wilayahnya membentang sangat jauh, dari Rio Grande di selatan hingga delta Sungai Mackenzie di dekat Samudra Arktik di utara. Menurut Britannica, Great Plains mencakup sekitar 1.125.000 mil persegi atau sekitar 2.900.000 kilometer persegi, dengan panjang utara-selatan sekitar 4.800 kilometer.

Luasnya besar, bentuknya tidak seseragam yang dibayangkan

Gambaran umum tentang Great Plains sebagai dataran rata tidak sepenuhnya tepat. Britannica menjelaskan bahwa kawasan ini adalah dataran tinggi luas berupa padang rumput semikering, dengan ketinggian di dekat kaki Pegunungan Rocky di Amerika Serikat berada pada kisaran 1.500 sampai 1.800 meter di atas permukaan laut.

Dari barat ke timur, permukaannya menurun secara bertahap. Ada bagian yang benar-benar datar seperti Llano Estacado di Texas barat dan New Mexico timur, tetapi ada juga wilayah berbukit, lembah sungai yang terpotong, hingga pegunungan berhutan seperti Black Hills di South Dakota.

Posisi Great Plains juga menjelaskan mengapa wilayah ini terasa seperti zona transisi besar. Kawasan ini berada di antara Interior Lowlands dan Canadian Shield di timur serta Pegunungan Rocky di barat.

Bioma padang rumput yang keras, tetapi sangat penting

Kawasan prairie di Great Plains menjadi bioma terbesar di Amerika Utara menurut National Geographic. Cuaca ekstrem di wilayah ini menghambat pertumbuhan tumbuhan besar, tetapi justru memberi ruang bagi rumput asli yang mendominasi lanskap.

Jenis rumputnya pun tidak tunggal. Di tallgrass prairie, rumput dapat tumbuh hingga sekitar dua meter, sementara di shortgrass prairie tingginya hanya sekitar 20 sampai 25 sentimeter.

Perbedaan itu menunjukkan bahwa Great Plains bukan satu padang rumput yang seragam. Wilayah ini terdiri dari beragam lingkungan yang dipengaruhi kondisi alam setempat, termasuk perbedaan curah hujan dan pengaruh medan.

Sisi barat yang lebih kering dan lebih keras

Sebagian Great Plains termasuk steppe, yaitu dataran berumput kering di wilayah beriklim sedang. National Geographic menyebut steppe sebagai kawasan semikering dengan curah hujan sekitar 25 sampai 50 sentimeter per tahun, cukup untuk rumput pendek tetapi tidak cukup untuk banyak pohon atau rumput tinggi.

Shortgrass prairie di sisi barat Great Plains juga termasuk steppe. Wilayah ini membentang dari Texas di Amerika Serikat hingga Saskatchewan di Kanada dan berada dalam bayangan hujan Pegunungan Rocky, yang membantu menjelaskan mengapa bagian barat Great Plains cenderung lebih kering.

Bison pernah menjadi mesin ekologi padang rumput

Di Great Plains, bison bukan hanya satwa besar yang pernah hidup di padang rumput. National Park Service menyebut bison sebagai kekuatan ekologis penting selama ribuan tahun karena pola penggembalaannya membantu membentuk vegetasi, memengaruhi kebakaran alami, dan menyediakan habitat bagi serangga, burung, serta mamalia kecil padang rumput.

WWF menjelaskan bahwa plains bison merupakan mamalia darat terbesar di Amerika Utara. Puluhan juta bison pernah berkeliaran di banyak wilayah benua ini, tetapi penggunaan lahan dan permukiman mengubah ruang jelajahnya secara besar-besaran.

Perubahan itu ikut mengubah bentang Great Plains. WWF mencatat sekitar 40 persen wilayah ini telah berubah menjadi pertanian tanaman baris, sehingga lanskapnya lebih terfragmentasi dan kesinambungan habitat alaminya ikut tertekan.

Great Plains memperlihatkan bagaimana padang rumput bisa menjadi ruang hidup yang keras sekaligus produktif. Tanah yang luas, iklim ekstrem, rumput asli, dan peran bison membentuk sebuah ekosistem yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dataran rata.

Source: www.idntimes.com
Terbaru