Dara Arafah memilih mengembalikan uang saku Rp10 juta yang pernah ia terima saat berangkat umrah lewat Hanania Group. Langkah itu ia ambil saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan umrah yang menyeret nama travel tersebut.
Pengembalian uang itu disebut dilakukan atas inisiatif pribadi, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Dara menegaskan bahwa uang saku tersebut memang sudah ia niatkan untuk dikembalikan sejak awal.
Uang saku dikembalikan tanpa tekanan
Usai pemeriksaan, Dara menjelaskan bahwa uang saku yang ia terima setara Rp10 juta. Ia menyebut keputusan untuk menyerahkannya kembali bukan karena desakan, melainkan karena memang sudah menjadi niat pribadi.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa semua selebgram yang ikut rombongan umrah mendapat fasilitas serupa. Menurutnya, hanya beberapa orang yang menerima uang saku, sedangkan yang lain tidak mendapatkannya.
Kerja sama sempat ditolak beberapa kali
Dara mengaku pertama kali dihubungi langsung oleh Direktur Hanania, Ahmad Syah Farhan, melalui media sosial sebelum diarahkan ke manajernya. Tawaran kerja sama itu sempat ia tolak beberapa kali, tetapi akhirnya diterima karena saat itu ia diajak pergi bersama teman-teman dekatnya.
Ia juga mengatakan tidak menaruh kecurigaan ketika itu. Hanania disebut memiliki izin umrah resmi, rekam jejak yang dinilai bersih, serta sejumlah testimoni positif dari jemaah sebelumnya.
Lebih kasihan pada para korban
Meski namanya ikut terseret dalam perkara ini, Dara tidak menempatkan persoalan citra diri sebagai prioritas. Ia justru menyoroti nasib ratusan jemaah yang diduga dirugikan, terutama para lansia yang gagal berangkat umrah.
“Nama baik ya pastinya terganggu. Cuma menurut aku itu semua enggak sepadan sama korban dari Hanania itu sendiri yang memang dirugikan secara materi dan waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak korban sudah berusia lanjut, sehingga rasa iba lebih besar tertuju kepada mereka. Sikap itu membuat pengembalian uang saku menjadi bagian kecil dari respons pribadi di tengah perkara yang jauh lebih besar dampaknya bagi para jemaah.
Pemeriksaan dilakukan bersama selebgram lain
Pemeriksaan Dara pada kesempatan tersebut dilakukan bersamaan dengan selebgram Sarah Gibson. Sementara itu, Karin Novilda alias Awkarin belum dapat hadir karena masih berada di Australia dan akan dijadwalkan ulang oleh penyidik.
Kasus dugaan penipuan umrah Hanania Group masih terus bergulir dengan memeriksa sejumlah saksi dari kalangan publik figur yang pernah terlibat dalam aktivitas promosi atau perjalanan umrah bersama pihak travel. Di tengah proses itu, pengembalian uang saku oleh Dara menjadi penegasan bahwa kerugian para jemaah jauh lebih besar dibanding urusan pribadinya sendiri.
