Paradromics Suntikkan Chip Otak ke Manusia, Langkah Besar Menuju Pemulihan Bicara

Author: Cung Media

Paradromics baru saja masuk ke fase yang selama ini hanya menjadi target laboratorium: chip otaknya kini sudah ditanam pada manusia. Perangkat bernama Connexus itu diposisikan sebagai salah satu langkah paling nyata menuju pemulihan bicara bagi orang dengan gangguan motorik berat.

Pasien pertama adalah seorang perempuan di Michigan yang kesulitan berbicara akibat penyakit neuron motorik. Identitasnya tidak diungkap demi privasi, dan perusahaan menyebut operasi berlangsung baik sebelum ia pulang untuk masa pemulihan.

Uji manusia setelah lebih dari satu dekade pengembangan

Paradromics berdiri pada 2015 dan selama lebih dari satu dekade mengembangkan teknologi brain-computer interface untuk memulihkan fungsi manusia yang hilang. Operasi pemasangan Connexus dilakukan pada awal Juni dalam studi klinis yang disetujui FDA di University of Michigan Health.

Menurut Michigan Medicine, prosedur itu memakan waktu sekitar empat jam. CEO Paradromics, Matt Angle, mengatakan timnya senang mendapat kepercayaan dari pasien yang bersedia menjadi peserta pertama.

Bagaimana Connexus bekerja

Connexus tidak memperbaiki pita suara atau otot mulut secara biologis. Perangkat ini menangkap sinyal otak saat pasien berusaha berbicara, lalu menerjemahkannya menjadi teks atau ucapan sintetis melalui software.

Angle menjelaskan bahwa pasien akan dilatih di lingkungan rehabilitasi agar bisa berbicara melalui komputer. Targetnya adalah membaca representasi bicara di otak dan membiarkan komputer membantu melengkapi ucapan atas nama pasien.

Implan utama Connexus berukuran kecil, kira-kira sebesar koin dime. Perangkat ini memiliki 421 microwire platinum-iridium yang masuk ke jaringan otak, masing-masing berdiameter kurang dari setengah diameter rambut manusia.

Kabel di leher, transceiver di bawah tulang selangka

Dr. Matthew Willsey, ahli bedah saraf di University of Michigan yang memimpin prosedur itu, mengatakan Connexus juga memakai extension lead yang berjalan di bawah kulit di sisi kiri leher. Kabel itu terhubung ke transceiver yang ditanam di bawah tulang selangka kiri, lalu berkomunikasi secara nirkabel melalui kulit dengan penerima eksternal.

Paradromics menyebut pasien di Michigan akan dievaluasi selama enam tahun ke depan. Dalam satu tahun pertama, perusahaan akan mengumpulkan data keselamatan, words per minute, ukuran kosakata, dan jumlah bit informasi yang dapat dipindahkan perangkat selama percakapan.

Parameter yang Dipantau Tujuan
Keselamatan Menilai risiko penggunaan implan
Words per minute Mengukur kecepatan komunikasi
Ukuran kosakata Melihat keluasan kata yang bisa dipindahkan
Bit informasi Mengukur data berguna dari sinyal otak per detik

Dalam konteks ini, bit merujuk pada jumlah data berguna yang bisa diekstrak Connexus dari sinyal otak per detik. Metrik itu penting karena menunjukkan seberapa efektif perangkat membaca aktivitas saraf yang terkait dengan bahasa dan komunikasi.

Risiko kecil, ambisi besar, dan persaingan yang makin panas

Angle mengakui bahwa setiap operasi dengan anestesi umum atau perangkat implan membawa “non-zero risk”, termasuk infeksi. Ia juga mengatakan Connexus dirancang agar tahan lama sehingga kebutuhan operasi ulang bisa dikurangi.

Langkah Paradromics muncul di tengah dominasi Neuralink milik Elon Musk di bidang ini. Pasien pertama Neuralink, Noland Arbaugh, menerima implan pada Januari 2024 dan sebelumnya mengatakan perangkat itu membantunya mengendalikan komputer serta berinteraksi dengan orang lain secara online.

Paradromics tidak hanya melihat peluang di terapi. Dalam pengumumannya, perusahaan menyebut kemungkinan penggunaan ke depan mencakup interaksi langsung dengan AI, prostetik canggih, serta terapi untuk kesehatan mental dan kondisi neurologis lainnya.

Angle menegaskan bahwa siapa pun yang membangun antarmuka dengan sistem saraf pada dasarnya sedang membangun kemampuan untuk memulihkan sekaligus meningkatkan fungsi. Ia juga mengatakan timnya tidak bangun setiap pagi untuk memikirkan human enhancement, tetapi pertanyaan etis soal peningkatan manusia tetap perlu dibahas secara terbuka.

Terbaru