Ducati Akui Tak Lagi Tak Tersentuh di MotoGP 2026, Dominasi Borgo Panigale Mulai Memudar

Author: Cung Media

Dominasi Ducati di MotoGP kini tidak lagi tampak setakik dulu. Claudio Domenicali mengakui Borgo Panigale mulai kehilangan status sebagai patokan tunggal di grid, terutama setelah Ducati Lenovo belum meraih kemenangan dalam empat balapan utama pertama pada awal musim ini.

Pengakuan itu menandai perubahan besar bagi pabrikan asal Italia tersebut. Dalam beberapa musim terakhir, Ducati dikenal sebagai tolok ukur performa, tetapi persaingan antar pabrikan sekarang bergerak jauh lebih seimbang.

Peta persaingan berubah cepat

Domenicali menilai Ducati masih termasuk motor terbaik dalam empat atau lima tahun terakhir. Namun, keunggulan itu tidak lagi setajam sebelumnya karena rival-rival mereka tampil makin rapat dalam performa.

Ia juga menyebut kondisi di lintasan kini membuat hasil balapan lebih sulit diprediksi. Dalam situasi seperti ini, kemenangan tidak lagi didominasi satu pabrikan saja, sehingga peluang bisa berubah dari satu seri ke seri berikutnya.

“Ducati tidak diragukan lagi telah menjadi motor terbaik selama empat atau lima tahun terakhir, tetapi saat ini persaingan jauh lebih seimbang,” ujar Domenicali. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa tekanan terhadap dominasi teknis Ducati kini datang dari banyak arah.

Pembalap dan motor sama-sama jadi penentu

Dengan persaingan yang rapat, faktor kecocokan pembalap dengan motor menjadi semakin penting. Domenicali menilai margin kompetitif MotoGP modern sangat tipis, sehingga detail kecil bisa menentukan hasil akhir.

Ia menegaskan bahwa motor spek terbaru menuntut kondisi fisik dan teknis yang sangat tinggi. Untuk menang, seorang pembalap harus berada dalam kondisi yang hampir sempurna saat mengendalikan motor tersebut.

“Untuk berada di atas motor ini pada level yang diperlukan untuk menang, Anda benar-benar harus berada di kondisi 101%: 98% saja tidak cukup,” ujarnya. Kalimat itu menggambarkan betapa ketatnya standar performa di era MotoGP saat ini.

Perhatian pada pemulihan Marc Marquez

Di tengah perubahan peta persaingan, Ducati juga menaruh perhatian pada kondisi Marc Marquez yang masih dalam masa pemulihan. Pembalap asal Spanyol itu berusaha kembali ke kondisi terbaik setelah cedera serius di Indonesia pada tahun lalu.

Domenicali menyebut jeda waktu yang tersedia memberi Marquez kesempatan untuk pulih lebih baik. Ia menilai titik awal yang paling penting bagi Marquez saat ini adalah rasa sehat yang mulai kembali dirasakannya.

“Dia merasa sehat, dan itulah titik awalnya,” kata Domenicali. Ia juga menegaskan bahwa cedera yang dialami Marquez termasuk signifikan karena membuatnya lama absen dari lintasan.

Kontrak dan arah kerja sama tim

Selain performa di trek, Domenicali turut membahas perkembangan internal tim terkait masa depan kerja sama. Ia memastikan pembaruan kontrak sudah mendekati tahap akhir dan hanya menyisakan beberapa detail untuk diselesaikan.

Menurutnya, keterlambatan pengumuman tidak berkaitan dengan masalah besar dalam negosiasi internal. Proses itu ikut melambat karena ada pembicaraan yang lebih luas dengan pihak penyelenggara mengenai regulasi tim untuk tahun 2027.

Domenicali mengatakan pengumuman resmi akan segera keluar. Ia menegaskan bahwa arah masa depan Ducati tidak hanya bergantung pada keputusan internal, tetapi juga pada kebijakan teknis dan organisasi di level kejuaraan.

Situasi ini membuat Ducati berada di fase penting untuk menjaga daya saing. Di saat persaingan makin rapat, pengembangan motor, pemulihan pembalap, dan kepastian kontrak menjadi tiga unsur yang sama-sama menentukan posisi mereka di barisan depan.

Terbaru