Ledakan Beruntun Guncang Iran Selatan, Selat Hormuz Kembali Memanas

Serangan balasan Amerika Serikat ke wilayah selatan Iran memicu gelombang ledakan di sejumlah titik dekat Selat Hormuz. Jask, Kouhe Mobarakeh, Pulau Qeshm, dan Bandar Abbas disebut ikut terdampak dalam eskalasi yang berlangsung cepat.

Situasi di kawasan pesisir itu dilaporkan memanas dan membuat sejumlah fasilitas penting lumpuh. Warga setempat juga mengabarkan ledakan terdengar berulang kali di beberapa lokasi yang berada di jalur strategis tersebut.

Guncangan meluas di pesisir Iran

Live CNBC melaporkan gelombang serangan kedua menghantam kota Jask dan melumpuhkan sejumlah fasilitas penting. Guncangan hebat juga disebut terjadi di Pulau Qeshm dan Bandar Abbas yang sama-sama berada dekat Selat Hormuz.

Kantor berita Mehr menggambarkan kondisi di lapangan penuh ketegangan. Laporan itu menyebut suara ledakan terdengar beberapa kali di Pulau Qeshm, setelah sebelumnya bunyi serupa juga muncul di Bandar Abbas, Sirik, dan Jask.

Dampak ke fasilitas sipil

Serangan tersebut tidak berhenti pada titik yang dianggap strategis. Dua waduk penampungan air di distrik Bemani dilaporkan hancur dan membuat pasokan air bersih warga terputus.

Kerusakan itu menambah beban kemanusiaan di tengah ketegangan militer. Kebutuhan dasar warga di kawasan terdampak ikut terganggu saat ledakan terus dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi.

Respons keras dari Tehran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi merespons melalui akun X resminya. Ia menyebut Angkatan Bersenjata Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa jawaban.

Araghchi juga memperingatkan pasukan asing agar meninggalkan wilayah Timur Tengah demi keselamatan mereka. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa sejarah Teluk Persia menyimpan banyak contoh buruk bagi pihak luar yang masuk ke kawasan itu.

Washington menyebut operasi itu terbatas

Di sisi lain, Ketua DPR AS Mike Johnson mengatakan dirinya telah menerima pemberitahuan resmi sebelum operasi dijalankan. Ia menyebut serangan udara itu sebagai tindakan yang “proporsional dan terbatas”.

Johnson menjelaskan operasi tersebut diarahkan untuk melumpuhkan aset tempur utama lawan. Ia juga menyebut sasaran serangan mencakup radar, rudal, serta komando dan kendali yang dikaitkan dengan agresi Iran.

Selat Hormuz tetap jadi titik paling rawan

Insiden jatuhnya helikopter AS menjadi pemicu terbaru yang mengubah ketegangan lama menjadi bentrokan terbuka. Pentagon memandang tindakan Iran sebagai ancaman terhadap navigasi internasional, sedangkan Tehran menilai kehadiran militer Barat sebagai pelanggaran kedaulatan wilayahnya.

Di tengah saling tuding itu, Selat Hormuz kembali menunjukkan posisinya sebagai jalur yang sangat sensitif. Kawasan ini menjadi rute logistik minyak paling vital di dunia karena menghubungkan produsen Timur Tengah dengan pasar internasional.

Source: www.suara.com

Terkait