Trump Minta Netanyahu Menahan Diri, Jalur Damai AS-Iran Masuk Fase Genting

Donald Trump memberi sinyal paling kerasnya kepada Benjamin Netanyahu di tengah upaya Washington mendorong kesepakatan damai dengan Iran. Pesannya sederhana, jangan ganggu jalur diplomasi yang disebut sudah mendekati penyelesaian.

Di saat serangan lintas pihak mulai mereda, Gedung Putih tampak ingin menutup ruang eskalasi lebih jauh. Namun Israel masih memandang Iran sebagai ancaman strategis yang perlu ditekan dengan kekuatan militer.

Trump tak ingin negosiasi buyar

Trump menuntut kedua pihak menghentikan aksi saling serang agar pembicaraan damai tetap berjalan. Dalam unggahan di Truth Social, ia meminta agar serangan tidak dilanjutkan ketika proses negosiasi masih bergerak ke arah akhir.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump bahkan menyampaikan pesan yang lebih tajam kepada Netanyahu, “Bibi, hati-hati, atau Anda akan sendirian,” yang dibaca sebagai penolakan AS untuk terseret ke konflik baru. Nada seperti itu jarang muncul dari Washington kepada sekutu dekatnya sendiri.

Jarak Washington dan Tel Aviv makin terlihat

Hubungan Trump dan Netanyahu yang selama ini dikenal akrab kini diuji oleh perbedaan strategi. Pemerintahan Trump terlihat lebih fokus pada penghentian pertempuran dan stabilitas kawasan, termasuk arus energi global yang ikut terganggu.

Netanyahu tetap memandang Iran sebagai ancaman jangka panjang dan menilai tekanan militer masih diperlukan. Ketegangan memuncak setelah serangan mematikan Israel terhadap Beirut pada Minggu (7/6/2026), lalu Israel tetap melancarkan serangan ke Iran pada Senin pagi meski Trump disebut sudah menelepon pada malam sebelumnya.

Diplomasi disebut sudah dekat ke ujung

Salah satu alasan utama Trump menahan Netanyahu adalah keyakinan bahwa pembicaraan dengan Iran sudah memasuki “final throes” atau tahap akhir yang menentukan. Ia juga menyebut Selat Hormuz berpotensi kembali normal dalam beberapa hari jika kesepakatan berhasil ditandatangani.

The Guardian melaporkan pemerintah Trump telah membagikan rancangan awal kesepakatan damai kepada sejumlah sekutu, termasuk Israel. Langkah itu menunjukkan Washington ingin proses ini tetap terbuka sampai benar-benar selesai.

Iran masih memberi ruang perundingan

Dari Teheran, sinyal yang muncul belum menutup pintu dialog. Presiden Iran Masoud Pezeshkia menyatakan Iran tetap berada di meja perundingan melalui platform X.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengatakan Washington dan Teheran masih bertukar pandangan menuju kesepakatan akhir dengan bantuan Pakistan sebagai perantara. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, juga menegaskan bahwa upaya mencari solusi damai terus dilakukan secara serius dan hati-hati.

Pakistan menyerukan penghentian serangan ketika tujuan akhir perjanjian disebut sudah semakin dekat. Dengan Selat Hormuz, stabilitas pasokan energi global, dan masa depan program nuklir Iran ikut dibahas, hasil negosiasi ini akan sangat menentukan arah politik Timur Tengah dalam waktu dekat.

Di tengah tekanan militer yang masih berdenyut, pesan Trump kepada Netanyahu memperlihatkan bahwa Washington ingin ruang diplomasi tetap terbuka. Masa depan hubungan AS, Israel, dan Iran kini bergantung pada apakah perundingan bisa bertahan atau kembali runtuh oleh serangan lanjutan.

Source: www.beritasatu.com

Terkait