Denza B8 mulai menjadi sorotan bahkan sebelum resmi masuk Indonesia. SUV plug-in hybrid ini membawa kombinasi yang sulit diabaikan: tenaga 578 PS, jarak tempuh total 905 km, dan suspensi hidraulis untuk jalan berat.
Yang membuatnya lebih menarik, banderol awalnya diperkirakan berada di kisaran Rp 1,1 miliar hingga Rp 1,5 miliar. Di pasar SUV premium yang banyak diisi model konvensional berharga tinggi, angka itu langsung menempatkan Denza B8 sebagai penantang baru yang agresif.
Harga yang diperkirakan mengisi celah pasar premium
Sampai saat ini, BYD Indonesia belum mengumumkan harga resmi maupun tanggal peluncuran Denza B8. Meski begitu, arah ekspansi model ini di kawasan memberi sinyal bahwa Indonesia hanya tinggal menunggu waktu.
Di Australia, varian 7-seater dijual mulai AU$91.000, sementara varian 6-seater dipasarkan di AU$97.990. Untuk Malaysia, harga model ini diperkirakan menembus RM 300.000 ke atas.
Mengacu pada pola harga Denza D9 di Indonesia yang punya selisih sekitar 15–25 persen dari harga Australia akibat bea masuk CBU dan PPnBM, estimasi OTR Denza B8 di Indonesia terbaca di dua level. Varian 7-seater diperkirakan berada di Rp 1,1 miliar hingga Rp 1,2 miliar, sedangkan varian 6-seater di Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,5 miliar.
Perkiraan itu masih bersifat indikatif dan menunggu pengumuman resmi. Namun, posisi ini sudah cukup untuk membuat B8 berada di atas estimasi Denza B5 yang sebelumnya sempat dibocorkan di kisaran Rp 1,2 miliar.
Spesifikasi yang jadi pembeda utama
Denza B8 memakai mesin 2.0L turbo yang dipadukan dengan dua motor listrik dalam sistem PHEV. Output gabungannya mencapai 578 PS dan torsi 760 Nm.
Angka itu membuat akselerasi 0-100 km/jam diklaim tuntas dalam 4,8 detik. Untuk SUV besar yang juga dirancang untuk kebutuhan off-road, performa seperti ini tergolong tidak biasa.
Dari sisi efisiensi, mobil ini diklaim mampu menempuh 100 km dalam mode listrik murni berdasarkan siklus WLTP. Jika baterai dan tangki sama-sama penuh, jarak tempuh totalnya disebut mencapai 905 km.
Sumber dayanya berasal dari baterai Blade LFP berkapasitas 36,8 kWh. Denza B8 juga mendukung fast charging DC hingga 120 kW.
Dirancang untuk jalan berat dan kondisi serba tak terduga
Di sektor kaki-kaki, Denza B8 dibekali suspensi hidraulis DiSus-P. Sistem ini memungkinkan ground clearance variabel hingga 310 mm, yang berguna saat menghadapi jalan rusak atau kontur berat.
Kemampuan water wading-nya juga tercatat tinggi, yakni 890 mm. Selain itu, fitur V2L 6,6 kW membuat mobil ini bisa menjadi sumber daya listrik darurat untuk perangkat eksternal.
Kombinasi tersebut memberi karakter yang jelas pada Denza B8. Mobil ini tidak hanya mengejar performa, tetapi juga fleksibilitas penggunaan di berbagai kondisi jalan.
Masuk ke area yang sangat kompetitif
Jika melihat peta pasar Indonesia, Denza B8 diperkirakan masuk ke area yang cukup menarik. Harganya disebut jauh di bawah Toyota Land Cruiser 300 dan Land Rover Defender 110, tetapi menawarkan tenaga lebih besar serta teknologi elektrifikasi yang lebih maju.
Land Cruiser 300 berada di kisaran Rp 2 miliar sampai Rp 2,5 miliar dengan tenaga 415 hp. Sementara Defender 110 dijual sekitar Rp 1,8 miliar sampai Rp 2,5 miliar dengan tenaga 296 hp sampai 400 hp.
Di sisi lain, Toyota Fortuner GR Sport dan Mitsubishi Pajero Sport Dakar memang lebih murah. Namun, keduanya bermain di level performa dan teknologi yang berbeda dengan Denza B8.
Fortuner GR Sport tercatat punya tenaga 204 hp, sedangkan Pajero Sport Dakar 190 hp. Karena itu, Denza B8 dinilai membawa proposisi nilai yang agresif di kelas SUV premium.
Perwakilan BYD Indonesia, Luther, sebelumnya menyebut pihaknya bersama diler memberikan indication price atau estimasi harga untuk model Denza terbaru. Ia juga menyebut perhatian pasar terhadap model itu cukup besar.
Menunggu giliran di Indonesia
Setelah lebih dulu hadir di Tiongkok sejak 2025, Denza B8 melanjutkan ekspansi ke Australia. Harga resminya diumumkan pada Desember 2025, lalu pengiriman unit dimulai pada Februari 2026.
Di Asia Tenggara, model ini sudah dipamerkan di Thailand pada Bangkok International Motor Show April 2026. Malaysia juga telah membuka registrasi minat resmi, dengan peluncuran dijadwalkan pada 21–22 Mei 2026.
Dengan pola ekspansi seperti itu, Indonesia dinilai menjadi pasar logis berikutnya. Momentum yang paling sering disebut adalah GIIAS 2026 pada Agustus, meski belum ada konfirmasi resmi dari BYD Indonesia.
Untuk pasar Tanah Air, salah satu daya tarik terkuat Denza B8 ada pada mode listrik murni 100 km. Jarak tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan komuter harian di kota besar tanpa terlalu bergantung pada BBM.
Status CBU yang masih mungkin berlaku juga bisa membuat harga tetap tinggi. Di sisi lain, jaringan dealer dan bengkel Denza belum seluas merek Jepang yang sudah lebih lama hadir di Indonesia.
Ketersediaan SPKLU DC di luar kota besar masih menjadi faktor penting yang perlu dipantau. Meski begitu, sebagai PHEV, Denza B8 tetap memberi ruang aman karena mesin bensin masih bisa diandalkan saat pengisian listrik belum ideal.
