Aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, berakhir dengan suasana tegang ketika massa mulai mundur. Di momen itu, petasan dan botol dilemparkan ke arah gedung, lalu beberapa ledakan terdengar dan peserta aksi berhamburan meninggalkan lokasi.
Peristiwa itu terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.40 WIB. Massa yang sebelumnya berorasi sudah bersiap bubar, namun situasi mendadak kacau setelah ledakan petasan terdengar berulang kali.
Di tengah situasi tersebut, massa akhirnya meninggalkan kawasan Gedung DPRD Jawa Barat. Polisi kemudian melakukan pengamanan dan meminta peserta aksi tetap tenang saat keadaan mulai dikendalikan.
Kritik Mahasiswa Soal Kebijakan Pemerintah
Dalam aksi itu, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka nilai menyengsarakan rakyat. Abdurrahman Muhammad Abdul Malik dari UIN Sunan Gunung Jati menyebut aksi tersebut sebagai bentuk keresahan masyarakat terhadap ketidakadilan dan tindakan yang mereka anggap sebagai kesewenang-wenangan pemerintah saat ini.
Ia juga mengatakan mahasiswa membawa dua isu utama dalam demonstrasi tersebut. Salah satu tuntutannya adalah meminta pemerintah mengevaluasi program-program yang dinilai membebani anggaran negara.
Tiga Program yang Disorot
Tiga program yang menjadi sorotan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan tingginya anggaran perjalanan luar negeri pejabat negara. Ketiganya menjadi bagian dari tuntutan yang dibawa mahasiswa dalam aksi di depan kantor DPRD Jawa Barat.
Meski aksi sempat memanas, massa pada akhirnya telah meninggalkan lokasi setelah situasi ricuh mereda. Pengamanan dilakukan aparat untuk memastikan keadaan tetap terkendali di sekitar gedung dewan.
