Kawasaki kembali masuk ke pasar skutik Indonesia lewat Brusky 125, dan langkah ini langsung memancing perhatian karena segmen roda dua paling gemuk justru bukan sport, melainkan skutik. Di tengah penjualan motor sport yang masih kecil, kehadiran model ini terasa seperti taruhan baru yang berisiko sekaligus menarik.
Data AISI menunjukkan pasar motor Indonesia pada 2025 mencapai 6,4 juta unit, dengan skutik menyumbang 91,7 persen. Di sisi lain, motor sport hanya mengambil porsi 3,5 persen, sehingga keputusan membawa skutik ke jaringan Kawasaki menjadi langkah yang menyimpang dari citra lama merek tersebut.
Brusky 125 datang dari Malaysia
Brusky 125 dijual Rp26,5 juta on the road Jakarta dan masuk ke Indonesia dalam bentuk impor utuh dari Malaysia. PT Kawasaki Motor Indonesia menyiapkan kuota pengiriman 2.000 unit per tahun dengan target penjualan 200 unit per bulan.
Dept Head Sales & Promotion PT KMI, Michael C Tanadhi, menegaskan bahwa motor ini bukan produk Kawasaki. Pengembangan, riset, dan kelahiran produknya dilakukan oleh Modenas, pabrikan otomotif lokal asal Malaysia.
Statusnya bukan Kawasaki, tapi dipasarkan lewat jaringan resmi
Michael bahkan enggan menyebut Brusky sebagai produk Kawasaki meski motor itu sempat dipajang di booth Kawasaki saat peluncuran. Ia menyebutnya sebagai produk stand alone dengan merek Modenas, sementara KMI hanya berperan sebagai distributor di Indonesia.
Meski begitu, layanan purnajual tetap diarahkan ke jaringan resmi KMI. Suku cadang dan servis disebut bisa dilakukan di seluruh diler Kawasaki di Indonesia.
Masuk karena permintaan komunitas
Kehadiran Brusky 125 disebut berawal dari masukan komunitas Kawasaki di Tanah Air. Mereka meminta model itu dijual di Indonesia setelah melihat motor tersebut lebih dulu meluncur di Filipina.
Di Filipina, motor ini dipasarkan dengan nama Brusky dan menurut informasi yang diterima Michael, penjualannya bisa mencapai 2.000 unit per bulan. Model yang sama juga hadir di Malaysia dengan nama Modenas Karisma EX 125.
Nama berbeda, harga berbeda di tiap negara
| Negara | Nama Model | Harga |
|---|---|---|
| Malaysia | Modenas Karisma EX 125 | 5.397 ringgit |
| Filipina | Brusky | 75 ribu peso |
| Indonesia | Brusky 125 | Rp26,5 juta OTR Jakarta |
Perbedaan nama dan banderol membuat model ini mudah dibandingkan lintas pasar. Indonesia menjadi negara berikutnya yang kebagian unit, tetapi dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan banderol di Malaysia dan Filipina.
Riwayat Kawasaki di skutik belum sederhana
Langkah ini mengingatkan pada pengalaman Kawasaki Indonesia ketika menjual Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS pada 2013. Saat itu, skema yang dipakai juga serupa, yaitu produk disediakan pihak lain sementara KMI menangani distribusi dan layanan purnajual.
Pulsar 200NS sempat mendapat sambutan tinggi karena harga yang kompetitif, logo Kawasaki, dan servis di diler resmi. Namun penjualannya turun tajam pada 2015-2016 dan akhirnya dihentikan pada 2016.
Berbeda dari Pulsar, Brusky 125 tidak membawa logo atau tulisan Kawasaki di bodinya. Kondisi itu membuat posisinya makin menarik untuk dipantau, terutama apakah skutik ini bisa menemukan tempat di pasar yang selama ini dikuasai Honda dan Yamaha.
