Tepuk tangan dan derai air mata menyambut debut penyutradaraan Ferly Halim lewat film Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Respons emosional itu muncul dalam Gala Premiere yang digelar di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, pada Senin (13/7).
Sambutan penonton memberi jawaban atas skeptisisme yang kerap mengikuti langkah sineas perempuan muda tersebut. Ferly memilih mengawali perjalanan penyutradaraannya melalui drama keluarga yang bertumpu pada emosi dan kedekatan relasi antarkarakter.
Drama tentang Tekanan Hidup dan Komunikasi Keluarga
Takkan Kubiarkan Kau Menangis mengangkat ketegaran keluarga saat menghadapi persoalan ekonomi serta komunikasi di dalam rumah. Kisahnya menempatkan kasih sayang sebagai kekuatan yang tetap perlu dijaga ketika tekanan hidup datang.
Di tengah pasar yang banyak diisi genre arus utama, pilihan drama keluarga memberi ruang berbeda bagi film produksi Langit Pictures Indonesia ini. Film tersebut tidak hanya diarahkan sebagai hiburan, tetapi juga refleksi tentang ketulusan, cinta, dan upaya saling memahami.
Ferly berharap cerita yang dibawanya dapat mendorong keluarga untuk membangun hubungan yang lebih baik. “Semoga film ini menjadi inspirasi dan dapat membangun hubungan keluarga yang lebih harmonis lagi, terutama dalam hal komunikasi sehari-hari di rumah,” ujar Ferly usai pemutaran.
Ratusan Anak Yatim Turut Menyaksikan
Suasana gala premiere juga diperkuat oleh kehadiran ratusan anak yatim yang diajak BAZNAS untuk menonton bersama. Menurut Suara.com, kegiatan tersebut membawa misi edukasi spiritual melalui cerita yang dekat dengan persoalan hidup dan kasih sayang keluarga.
Keterlibatan BAZNAS memberi konteks sosial pada pemutaran perdana film ini. Tema perjuangan keluarga yang dibawa dalam cerita menjadi relevan bagi penonton dari beragam latar kehidupan.
Karpet Merah Sekaligus Ruang Apresiasi Kru
Malam gala premiere dikemas dengan konsep karpet merah yang mewah, tetapi perhatian tidak hanya tertuju kepada para pemain dan tamu undangan. Penyelenggara juga menampilkan galeri foto kru produksi yang bekerja di balik layar.
Galeri tersebut menjadi bentuk penghargaan bagi tim yang membantu menerjemahkan visi visual Ferly ke layar lebar. Sejumlah penampil turut memeriahkan acara, termasuk Kiesha Alvaro yang mengisi original soundtrack film tersebut.
Penta Boys, Naufal Utomo, dan Dianna Dee Starlight juga hadir dalam rangkaian acara pemutaran perdana. Kehadiran mereka melengkapi perayaan awal film sebelum menjangkau penonton bioskop di berbagai daerah.
Dukungan untuk Debut Sineas Muda
Gala premiere turut dihadiri tamu VVIP serta perwakilan sejumlah lembaga pemerintah dan organisasi. Kehadiran mereka memperlihatkan perhatian terhadap karya sineas muda dalam ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
| Tokoh/Instansi | Keterangan Kehadiran |
|---|---|
| Maman Abdurrahman dan Tina Astari Maman | Menteri UMKM RI beserta istri |
| Cecep Rukendi | Deputi Kreatif Media Kemenparekraf |
| Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid | Kepala BAZNAS |
| Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi, dan Pemprov DKI Jakarta | Hadir melalui perwakilan |
Dukungan dari berbagai pihak itu menambah makna pada langkah pertama Ferly sebagai sutradara. Film ini dipandang berpotensi ikut memperkuat ruang bagi sineas muda untuk berkarya di industri kreatif nasional.
Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis, 16 Juli 2026. Film ini membawa drama perjuangan dan kasih sayang keluarga bagi penonton yang mencari cerita dengan muatan emosional.
