Keir Starmer mengakhiri masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris setelah tekanan publik dan politik internal Partai Buruh terus menguat. Pengunduran dirinya disampaikan pada Senin (20/7), ditandai pidato perpisahan di Downing Street sebelum ia bertemu Raja Charles III.
Langkah tersebut menjadi akhir dari periode kepemimpinan Starmer yang diwarnai kritik terhadap penanganan ekonomi dan hasil pemilu sela. Sejumlah anggota Partai Buruh juga disebut mendesaknya mundur setelah posisi politiknya dinilai melemah.
Pengunduran Diri Diterima Raja Charles III
Starmer menghadap Raja Charles III di Istana Buckingham pada pagi hari untuk menyerahkan surat pengunduran diri. Pernyataan resmi Kerajaan Inggris menyebut pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Pertama diterima oleh Yang Mulia.
Menurut pernyataan Kerajaan Inggris yang dikutip The Guardian, Starmer mengajukan pengunduran diri dalam pertemuan tersebut. Pertemuan di Istana Buckingham merupakan tahapan formal yang menandai berakhirnya mandatnya sebagai kepala pemerintahan.
| Periode | Peristiwa |
|---|---|
| Pemilu 2019 | Partai Buruh mengalami kekalahan besar. |
| Enam setengah tahun | Starmer memimpin Partai Buruh sebelum mundur. |
| Pemilu 2024 | Partai Buruh kembali memenangkan pemilu. |
| Senin (20/7) | Starmer menyerahkan pengunduran diri kepada Raja Charles III. |
Pidato Perpisahan di Downing Street
Sebelum menuju Istana Buckingham, Starmer berbicara di depan Kantor Perdana Menteri di Downing Street. Ia mengatakan akan segera menemui Raja untuk mengakhiri tugasnya sebagai perdana menteri.
“Saya akan segera menemui Yang Mulia Raja untuk menyampaikan pengunduran diri saya dan mengakhiri masa jabatan saya sebagai perdana menteri. Tugas saya sudah selesai,” ujar Starmer dalam pidatonya.
Ia menyinggung perjalanan Partai Buruh selama enam setengah tahun terakhir. Starmer menyatakan partainya berhasil bangkit dari kekalahan besar pada Pemilu 2019 hingga kembali meraih kemenangan pada Pemilu 2024.
Starmer juga menyebut kesempatan memimpin Inggris sebagai kehormatan terbesar dalam hidupnya. Ia menyatakan yakin Inggris kini lebih kuat dan lebih adil dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Klaim Capaian di Tengah Kritik
Dalam pidato penutupnya, Starmer mengeklaim pemerintahannya memperkuat ekonomi dan meningkatkan kualitas layanan publik. Ia juga menyatakan angka kemiskinan menurun serta tingkat imigrasi berhasil ditekan selama masa pemerintahannya.
Di bidang pertahanan dan keamanan, ia mengatakan kemampuan nasional Inggris semakin kokoh. Starmer turut menilai posisi Inggris di tingkat internasional meningkat pada masa kepemimpinannya.
Namun, klaim capaian tersebut hadir ketika kritik terhadap kinerja pemerintah terus berkembang. Penanganan persoalan ekonomi menjadi salah satu titik tekanan yang memicu ketidakpuasan di tengah masyarakat.
Desakan dari Internal Partai Buruh
Isu mundurnya Starmer telah beredar sejak bulan lalu seiring meningkatnya kritik atas kebijakan pemerintah. Tekanan itu kemudian meluas ke internal Partai Buruh setelah kekalahan dalam pemilu sela.
Sejumlah anggota partai meminta Starmer melepaskan jabatan pemimpin partai dan kepala pemerintahan. Pengunduran diri di hadapan Raja Charles III akhirnya menutup masa kepemimpinannya yang berlangsung setelah Partai Buruh kembali memenangkan pemilu pada 2024.
