Bronyx.ai Janjikan Pentest Hitungan Jam, ITSEC Asia Bidik 40.000 Permintaan

Pengujian keamanan siber yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu kini ditawarkan dalam hitungan jam melalui Bronyx.ai. PT ITSEC Asia Tbk. menargetkan 40.000 permintaan pengujian untuk platform Autonomous AI Penetration Testing tersebut hingga akhir 2026.

Target itu muncul setelah Bronyx.ai menerima hingga 600 permintaan Proof of Concept dalam tiga hari sejak diperkenalkan. Lonjakan minat ini menunjukkan perusahaan membutuhkan pemeriksaan keamanan aset digital yang lebih cepat dan dapat dijalankan dalam skala besar.

Pentest untuk Ribuan Aplikasi

Penetration testing atau pentest adalah simulasi serangan siber yang legal dan terencana terhadap sistem, jaringan, maupun aplikasi milik organisasi. Pengujian yang juga dikenal sebagai ethical hacking ini bertujuan menemukan kerentanan sebelum dieksploitasi pelaku kejahatan siber.

Dalam model tradisional, cakupan pentest kerap terbatas pada sistem yang dianggap paling kritikal. President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher menyebut keterbatasan tenaga ahli dan biaya pengujian manual membuat banyak perusahaan tidak mampu memeriksa seluruh infrastrukturnya.

Kondisi tersebut semakin terasa bagi organisasi yang memiliki ribuan aplikasi dengan pembaruan fitur rutin. Perubahan pada aplikasi dapat membuka permukaan serangan baru, sementara audit manual membutuhkan waktu dan ketersediaan auditor.

Patrick mencontohkan perusahaan dengan 2.000 aplikasi dapat menguji seluruh aplikasinya menggunakan platform AI. “Perusahaan yang memiliki 2.000 aplikasi secara tiba-tiba bisa pentest semuanya, dan menemukan kelemahan lama dalam waktu yang lebih cepat bahkan hitungan jam dengan Bronyx.ai,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Perbandingan Waktu dan Biaya

Menurut informasi yang dimuat teknologi.bisnis.com, tarif pengujian melalui Bronyx.ai dimulai dari Rp950.000. Angka ini berbeda jauh dari pentest tradisional yang disebut dapat berada pada rentang US$15.000 hingga US$50.000 untuk setiap pengujian.

AspekPentest TradisionalBronyx.ai
Durasi laporan2 hingga 6 mingguHitungan jam
Biaya pengujianUS$15.000 hingga US$50.000 per pengujianDimulai dari Rp950.000
Cakupan dan frekuensiTerbatas jumlah auditor, umumnya setahun sekaliOtomatis untuk seluruh permukaan serangan aplikasi

Perbedaan tersebut menjadi dasar penawaran ITSEC Asia kepada perusahaan yang ingin memperluas frekuensi pemeriksaan keamanan. Platform ini dirancang agar organisasi tidak hanya memprioritaskan sebagian kecil aplikasi yang paling penting.

Bronyx.ai menjalankan enam tahap otomatis, dari penentuan sasaran sampai pembuatan laporan. Proses itu mencakup pemetaan area serangan, penyusunan rencana berdasarkan standar OWASP dan CWE, uji serangan, pembuktian celah, serta pelaporan hasil pemeriksaan.

AI Tetap Diawasi Pakar Keamanan

Otomatisasi tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam proses pengujian. ITSEC Asia menyatakan pakar keamanan siber tetap dilibatkan untuk mengawasi hasil kerja AI dan mengurangi risiko halusinasi maupun temuan false positive.

Pengawasan tersebut dipadukan dengan basis data pengalaman perusahaan selama 16 tahun. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga akurasi temuan ketika perusahaan harus menyesuaikan keamanan digital dengan aplikasi dan layanan yang terus berubah.

Patrick menilai otomatisasi dapat membantu memperluas akses terhadap keamanan siber berkualitas, termasuk di luar kota besar dan sektor keuangan. “Orang di Aceh, di Solo, di Makassar, hari ini, mereka tidak benar-benar memiliki akses ke keamanan cybersecurity tertinggi,” kata Patrick.

Komputasi dan Data di Dalam Negeri

ITSEC Asia menyebut Bronyx.ai sepenuhnya dikembangkan di Indonesia. Proses komputasi dan penyimpanan data platform ini juga dioperasikan di dalam negeri, sehingga aspek kedaulatan data menjadi bagian dari penawarannya.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah menilai perkembangan AI perlu diimbangi dengan penguatan keamanan siber. Menurutnya, inisiatif ini memperlihatkan kemampuan talenta dan industri teknologi Indonesia dalam menyiapkan solusi yang relevan untuk kebutuhan nasional serta daya saing global.

Source: teknologi.bisnis.com
Terkait