Bonsai Santigi 50 Cm Ditawar Rp1,5 Miliar, Batang dan Akar Jadi Penentu Nilai

Sebuah bonsai santigi setinggi sekitar 50 sentimeter ditawarkan dengan harga Rp1,5 miliar dalam sebuah pameran bonsai. Nilai koleksi berusia sekitar 15 tahun itu tidak bertumpu pada ukuran, melainkan pada karakter pohon yang dibangun melalui perawatan panjang.

Batang tua, susunan cabang, akar terbuka yang menyebar, serta daun kecil dan rapat menjadi elemen utama yang mengangkat nilainya. Kombinasi tersebut membuat santigi kategori medium ini tampil matang di antara koleksi pameran lain.

Dirawat Sejak 2009

Pemilik menyebut bonsai santigi tersebut mulai dirawat sejak 2009 dan terus dibentuk sampai mencapai tampilan saat ini. Prosesnya tidak selalu mulus karena pohon itu sempat sulit berkembang meski memperoleh perawatan rutin.

Santigi ini juga pernah berada dalam perawatan pihak lain selama beberapa tahun, tetapi hasil pembentukannya belum memenuhi harapan. Pertumbuhan yang lebih baik baru tampak setelah pohon dipindahkan ke lokasi baru dan menjadi lebih subur dalam waktu kurang dari satu tahun.

Pemilik menduga kualitas air di lingkungan baru lebih cocok bagi kebutuhan tanaman tersebut. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa kondisi lingkungan ikut menentukan perkembangan bonsai, selain ketelatenan dalam pemangkasan dan pembentukan.

Menurut laporan blitarkawentar.jawapos.com, pemilik kini hanya menyisakan satu koleksi santigi setelah pindah ke Jakarta. Sebelumnya, ia memiliki lebih banyak koleksi bonsai ketika masih tinggal di Bali.

Karakter Tua pada Batang dan Akar

Dari jarak dekat, daun santigi terlihat kecil dengan pertumbuhan yang padat. Kondisi ini memperkuat kesan kematangan pohon dalam proses pembonsaian.

Bagian kayu mati alami atau deadwood masih tampak pada batang santigi tersebut. Elemen itu memberi tekstur khas, sementara akar yang terbuka dan tersusun rapi menambah kesan alami pada komposisinya.

Struktur cabang yang seimbang turut menjadi alasan pohon ini menonjol. Liukan batang, kulit tua, perakaran, dan tajuk membentuk karakter yang menjadi daya tarik bagi kolektor.

Jenis BonsaiKarakter UtamaCatatan Perawatan
SantigiBatang tua, deadwood, daun kecil, akar rapiDipengaruhi kualitas air dan lingkungan
Anting putriPercabangan padat, batang utama tetap terlihatMemerlukan pemangkasan rutin
SerutAkar menarik dan percabangan rapatRanting perlu dipangkas agar bagian dalam mendapat cahaya

Anting Putri dan Serut Punya Tantangan Berbeda

Selain santigi, bonsai anting putri menarik perhatian lewat susunan cabang yang padat. Penataannya perlu dijaga agar batang utama tetap terlihat dan tidak tertutup ranting lain.

Cabang anting putri yang dibiarkan memanjang dapat menghambat pertumbuhan bagian bawah. Pemangkasan yang tepat membantu tajuk tumbuh ke arah samping, sementara bunganya memberi nilai tambahan lewat aroma saat mekar.

Bonsai serut memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memilih material dengan akar yang menarik. Percabangan rapat juga perlu dibentuk dengan telaten karena ranting serut cenderung keras.

Pemangkasan rutin dibutuhkan agar ranting bagian dalam tidak mati akibat kekurangan cahaya. Serut dinilai cukup tahan terhadap gangguan karena daun yang terkena penyakit dapat dibuang agar pohon kembali tumbuh baik.

Pameran itu turut menampilkan bonsai kingkit dan senensis dengan karakter masing-masing. Sejumlah koleksi menggunakan batu dan lumut untuk memperkuat suasana alami dalam penyajian pohon.

Koleksi berukuran kecil tetap dapat terlihat menonjol apabila memiliki liukan batang yang alami dan susunan cabang seimbang. Pada santigi yang ditawar Rp1,5 miliar ini, proses pembentukan akar, batang, dan tajuk menjadi alasan utama di balik nilai tingginya.

Terkait