Body Composition Bisa Ungkap Usia Kebugaran, Bukan Cuma Angka Timbangan

Author: Cung Media

Angka timbangan ternyata tidak cukup untuk membaca kondisi tubuh secara utuh. Pemeriksaan body composition memberi gambaran yang lebih lengkap karena bisa menunjukkan massa otot, massa lemak, air, hingga tulang.

Dari data itu, usia kebugaran atau wellness age dapat diperkirakan dengan lebih akurat. Kombinasi body composition, mobility, balance, dan fungsi kognitif membantu melihat apakah kondisi tubuh masih sejalan dengan usia biologis, atau justru lebih muda maupun lebih tua.

Komposisi tubuh lebih informatif daripada berat badan

Nutritionist Safrina Luthfia Aila menegaskan bahwa wellness age tidak bisa dinilai dari satu indikator saja. Penilaiannya perlu melihat banyak aspek sekaligus, termasuk body composition, kekuatan, mobilitas, keseimbangan, dan kognitif.

Pendekatan ini penting karena dua orang dengan berat badan serupa bisa memiliki komposisi tubuh yang sangat berbeda. Karena itu, body composition sering dinilai lebih informatif daripada sekadar menimbang berat badan.

Massa otot erat kaitannya dengan longevity

Menurut dr. Ria Lestari, Sports Medicine Physician & Hybrid Athlete, massa otot punya kaitan erat dengan longevity. Ia merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa semakin baik massa otot, semakin besar peluang untuk hidup lebih panjang.

Ia menekankan bahwa tujuan menjaga kebugaran bukan hanya untuk tampil kuat saat berolahraga. Tubuh juga perlu cukup bertenaga untuk aktivitas harian, seperti naik tangga, mengangkat galon air, atau tetap mandiri di usia lanjut.

Dalam pandangannya, tubuh perlu kuat terlebih dahulu sebelum bicara soal umur panjang. Karena itu, menjaga otot menjadi bagian penting dari upaya mencegah penurunan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia.

Olahraga dan protein jadi dua kunci utama

Dr. Ria menyebut ada dua cara utama untuk menjaga massa otot, yakni olahraga dan asupan protein yang seimbang. Kombinasi keduanya membantu tubuh mempertahankan kekuatan otot dalam jangka panjang.

Aila menambahkan bahwa kebutuhan makan setiap orang berbeda. Mereka yang ingin menambah massa otot perlu protein yang cukup, sedangkan orang dengan berat badan berlebih harus menyesuaikan asupan dengan kebutuhan tubuh idealnya.

Ia juga menilai kelebihan berat badan kerap berkaitan dengan gaya hidup. Asupan yang masuk biasanya lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh, sehingga pola makan perlu disesuaikan dengan tujuan masing-masing orang.

Lemak tubuh dan lemak visceral perlu dipantau

Selain otot, persentase lemak tubuh juga menjadi perhatian. Dr. Ria menyebut massa lemak yang baik berada di bawah 30 persen untuk perempuan dan di bawah 20 persen untuk pria.

Perbedaan itu dipengaruhi faktor biologis, hormon, dan pola distribusi lemak tubuh. Pada perempuan, estrogen cenderung membuat lemak tersimpan di pinggul dan paha, sedangkan pada pria lemak lebih sering menumpuk di perut karena pengaruh testosteron.

Distribusi tersebut ikut memengaruhi risiko kesehatan. Lemak di pinggul dan paha pada perempuan cenderung lebih protektif, sementara obesitas sentral di perut pada pria lebih berkaitan dengan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Yang tidak kalah penting adalah lemak visceral, yaitu lemak di sekitar organ dalam. Dr. Ria menyebut kadar lemak visceral yang sehat berada di bawah 10 persen karena jika terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

Kebiasaan sehat perlu dibangun secara konsisten

Dr. Ria juga membagikan kebiasaan dasar untuk menjaga tubuh tetap sehat, seperti minum air putih 2-2,5 liter per hari. Ia juga menyebut beberapa suplemen yang digunakan, yaitu creatine, omega 3, dan vitamin D.

Bagi yang baru memulai olahraga, ia menyarankan mengikuti anjuran World Health Organization (WHO). Untuk orang dewasa usia 18-64 tahun, WHO menganjurkan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150-300 menit per minggu, seperti jalan cepat, bersepeda santai, berenang, atau senam aerobik.

Ia menekankan bahwa pola hidup sehat perlu dibangun lewat sistem yang konsisten. Salah satu contoh sederhana adalah menyiapkan baju dan perlengkapan olahraga sejak malam agar kebiasaan baik lebih mudah dijalankan saat tubuh sedang malas bergerak.

Melalui Longevity Talks, Precision Gym & Wellness mendorong pemahaman bahwa kesehatan tidak hanya soal tampil bugar. Pemeriksaan body composition, pengukuran lemak visceral, dan pemantauan massa otot bisa membantu seseorang memahami usia kebugarannya dengan lebih akurat.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terbaru