Apartemen 3 Lantai Ini Selesai Dicetak 3D dalam 34 Hari, Kontrasnya dengan Bangunan Biasa Terlihat Jelas

Author: Cung Media

Sebuah apartemen tiga lantai di Bezannes, Prancis, selesai dicetak 3D hanya dalam 34 hari. Proyek ini memperlihatkan bahwa teknologi konstruksi 3D printing sudah bergerak jauh dari sekadar percobaan dan mulai dipakai untuk bangunan skala besar.

Bangunan bernama ViliaSprint2 itu dibangun oleh PERI 3D Construction dengan printer 3D COBOD BOD2. Proyeknya dikembangkan Plurial Novilia dan dirancang HOBO Architecture, sementara proses konstruksinya menunjukkan percepatan yang sulit ditandingi metode biasa.

Lampaui target awal

PERI menyelesaikan seluruh struktur dalam sedikit lebih dari satu bulan, lebih cepat dari estimasi awal 50 hari. Jika dibandingkan dengan konstruksi konvensional, waktu pengerjaan ini jauh lebih singkat karena bangunan serupa umumnya membutuhkan beberapa bulan.

ViliaSprint2 terdiri dari 12 unit dengan tiga lantai. Ukurannya sekitar 36 kaki lebar, 111 kaki panjang, dan 29 kaki tinggi, dengan tiap lantai menyediakan 3.767 kaki persegi ruang yang dapat digunakan penyewa.

Beton khusus dan lebih efisien

Bangunan ini memakai beton hasil cetak 3D yang diformulasikan khusus oleh Holcim Lafarge. Material tersebut memiliki daya dukung beban yang kuat dan ketahanan api alami, sehingga seluruh beban bangunan dapat ditopang secara aman oleh dindingnya.

Penggunaan material bio- dan geo-based juga menjadi bagian dari proyek ini, bersama sistem pompa panas sentral yang sudah terpasang di dalam bangunan. Kombinasi itu membuat pendekatan ViliaSprint2 disebut sebagai yang pertama di industri konstruksi berbasis 3D printing.

Hanya butuh tiga pekerja di lokasi

Efisiensi tenaga kerja menjadi salah satu pembeda paling mencolok dalam proyek ini. Di lokasi, hanya tiga pekerja yang dibutuhkan, dan mereka mengendalikan peralatan lewat antarmuka tablet alih-alih melakukan pekerjaan berat secara manual.

Teknologi ini juga membantu menekan limbah material. Dengan komposisi beton cetak 3D, prosesnya hanya menghasilkan sekitar 5 persen material terbuang, lebih rendah dibandingkan praktik umum yang biasanya mencapai 10 persen.

Desain membulat jadi lebih hemat beton

Salah satu keunggulan penting dari metode ini terlihat pada desain bangunan yang memiliki geometri membulat. 3D printing memungkinkan penggunaan beton lebih sedikit untuk membentuk struktur tersebut, sesuatu yang lebih sulit dicapai dengan metode tradisional.

Perbandingan di lokasi proyek membuat efisiensinya makin jelas. Plurial Novilia membangun apartemen serupa di sebelah kompleks 3D-printed tersebut dengan cara tradisional, dan pengerjaannya memakan waktu sekitar tiga bulan serta membutuhkan lebih banyak pekerja.

Arah pengembangan berikutnya

Keberhasilan ViliaSprint2 membuat Plurial Novilia ingin melanjutkan proyek serupa. Untuk pembangunan berikutnya, perusahaan itu menargetkan penggunaan dua printer sekaligus agar proses bisa berjalan lebih cepat lagi.

Proyek di Bezannes menunjukkan bahwa 3D printing bukan lagi sekadar konsep futuristis dalam dunia konstruksi. Dalam bentuk yang tepat, teknologi ini sudah mampu mempercepat pembangunan, mengurangi limbah, dan mempermudah pengerjaan bangunan apartemen bertingkat.

Terbaru