Bermain Bersama Orang Tua Bukan Sekadar Seru, Harvard Ungkap Dampaknya ke Otak Anak

Bermain bersama orang tua ternyata bukan sekadar cara mengisi waktu luang. Riset Harvard Center on the Developing Child menyebut interaksi aktif saat bermain membantu membangun koneksi otak anak, sekaligus melatih fokus, memori, dan kontrol diri sejak usia dini.

Temuan itu membuat aktivitas bermain semakin dipandang sebagai bagian penting dari proses belajar. UNICEF juga menempatkan bermain bersama orang tua sebagai fondasi perkembangan anak secara kognitif, sosial, dan emosional.

Bermain kini dipahami sebagai proses belajar

Konsep play-based learning atau belajar sambil bermain mendapat perhatian lebih besar dari banyak orang tua. Pola ini memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, memahami lingkungan, dan mengembangkan kemampuan dasar secara lebih natural.

Dalam konteks tumbuh kembang, interaksi saat bermain juga memperkuat kedekatan emosional antara anak dan orang tua. Hubungan yang hangat dan responsif membuat anak merasa aman, dan rasa aman itu menjadi penopang penting dalam proses belajar.

Ruang bermain yang dirancang untuk anak dan keluarga

Melihat kebutuhan itu, platform mom & baby Lilla bersama brand EduArt Toys Mideer menghadirkan acara “The Ultimate Playground for Moms & Lil’ Ones” di Food Society, Ground Floor, Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada 6–10 Mei 2026 dan menggabungkan konsep belanja, bermain, dan belajar dalam satu area.

CEO of Lilla, Chrisanti Indiana, mengatakan kebutuhan ibu terus berkembang di setiap tahap motherhood. Ia menegaskan bahwa bermain kini tidak lagi dipandang sekadar hiburan, melainkan bagian penting dari proses belajar anak.

“Di Lilla, kami percaya bahwa kebutuhan moms akan terus berkembang di setiap tahap motherhood. Karena itu, kami secara konsisten menghadirkan solusi yang relevan dan terkurasi untuk setiap tahapan, mulai dari kehamilan hingga tumbuh kembang si kecil,” ujar Chrisanti.

Dua area utama dengan fungsi yang berbeda

Acara ini menghadirkan dua area utama, yakni Lilla Shopping Area dan Mideer Area. Lilla Shopping Area menampilkan lebih dari 580 produk dari 15 brand terkurasi untuk kebutuhan ibu dan anak.

Mideer Area dirancang sebagai ruang eksplorasi kreatif dengan konsep EduArt, yaitu perpaduan seni, kreativitas, dan pembelajaran. Area ini dibagi ke dalam beberapa zona interaktif agar anak dapat belajar melalui pengalaman langsung.

Di dalamnya terdapat Discover EduArt Zone, Playtime Zone, dan Activations Zone. Ketiga zona itu memberi kesempatan bagi anak untuk mengenal konsep EduArt, bermain sambil belajar, serta mengikuti berbagai aktivitas dan perlombaan bersama keluarga.

Pengalaman interaktif yang mendukung bonding

Selain menawarkan pengalaman bermain yang edukatif, acara ini juga memberikan sejumlah promo bagi pengunjung. Diskon hingga 40 persen, flash sale harian, dan freebies tersedia selama acara berlangsung.

Chrisanti berharap format seperti ini dapat menghadirkan ruang yang mendukung eksplorasi anak sekaligus mempererat hubungan keluarga. Ia menilai pengalaman yang menggabungkan shopping, play, dan learning bisa menjawab kebutuhan moms sekaligus mendukung perkembangan si kecil secara menyeluruh.

Pendekatan semacam ini sejalan dengan riset yang menempatkan bermain bersama orang tua sebagai bagian penting dari tumbuh kembang anak. Saat orang tua terlibat aktif, anak tidak hanya bermain, tetapi juga membangun kemampuan berpikir, emosi, dan sosial secara bersamaan.

Source: www.suara.com
Terkait