Skincare Mahal Tak Menjamin Kulit Pria Sehat, 3 Dasar Ini Justru Tak Boleh Diabaikan

Produk perawatan wajah yang mahal tidak otomatis membuat kulit pria menjadi sehat. Pola hidup yang tidak teratur tetap dapat memicu masalah kulit, meski rutinitas skincare sudah dilakukan.

Dokter Iksanuddin Qothi menekankan bahwa perawatan kulit perlu dimulai dari kebiasaan yang sederhana dan konsisten. Fokusnya bukan langsung memakai banyak produk tambahan, melainkan memenuhi tiga kebutuhan dasar kulit terlebih dahulu.

Tiga dasar perawatan yang perlu dibiasakan

Menurut dr. Iksanuddin Qothi, dasar skincare terdiri dari membersihkan, melembapkan, dan melindungi kulit. Tiga langkah ini dapat menjadi fondasi sebelum seseorang mempertimbangkan serum atau produk lain sesuai kebutuhan kulitnya.

TahapTujuanPenerapan dasar
MembersihkanMengangkat kotoran yang menumpukCuci wajah pada pagi dan malam hari
MelembapkanMembantu menjaga kelembapan kulitGunakan pelembap setelah wajah dibersihkan
MelindungiMengurangi paparan sinar ultravioletGunakan tabir surya dan perlindungan fisik

Langkah pertama adalah membersihkan wajah, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan. Wajah dapat dicuci pada pagi dan malam hari untuk membantu mengangkat kotoran yang menumpuk di permukaan kulit.

Setelah wajah dibersihkan, kulit perlu diberi pelembap agar kondisi hidrasinya tetap terjaga. Tahap ini penting karena kulit yang kurang lembap dapat terasa tidak nyaman dan tampak kering.

Langkah berikutnya ialah memberi perlindungan dari paparan sinar ultraviolet, khususnya saat beraktivitas pada siang hari. Perlindungan dapat dilakukan dengan menggunakan tabir surya, serta ditambah langkah fisik seperti memakai payung atau berteduh di bawah pohon.

“Skincare itu basic-nya adalah tiga hal. Yang pertama dibersihkan, yang kedua dilembapkan, yang ketiga adalah diproteksi,” ujar dr. Iksanuddin Qothi dalam acara Lightplus Lightperience Picnic 2026 di Jakarta Selatan.

Rasa lengket atau kurang nyaman saat awal memakai tabir surya sering membuat sebagian pria enggan menjadikannya kebiasaan. Namun, dr. Iksan menilai pemakaian produk tersebut dapat membuat perlindungan kulit menjadi lebih optimal.

Blue light bukan pemicu utama kulit kering

Paparan blue light dari layar gawai kerap dianggap sebagai penyebab utama wajah menjadi sangat kering. Dr. Iksan menyebut paparan tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap masalah kulit kering.

Perhatian pemilik kulit kering sebaiknya diarahkan pada kecukupan hidrasi dan cara merawat wajah sehari-hari. Kurang minum, jarang memakai pelembap, serta penggunaan sabun cuci muka yang terlalu keras dapat berkaitan dengan kondisi tersebut.

“Biasanya, masalah kulit kering itu karena hidrasinya kurang. Entah dari dalamnya kurang minum, atau dari aplikasi luarnya kurang, atau mungkin dia kebanyakan pakai sabun cuci muka yang sifatnya lebih keras,” kata dr. Iksan.

Karena itu, menambah banyak produk hanya karena khawatir pada paparan layar belum tentu menjadi langkah yang paling relevan. Pembersih yang sesuai dan pelembap yang digunakan secara rutin dapat menjadi perhatian utama bagi pemilik kulit kering.

Pola hidup ikut menentukan kondisi kulit

Perawatan dari luar memiliki batas karena kondisi kulit juga dapat mencerminkan keadaan tubuh secara keseluruhan. Olahraga teratur, waktu istirahat yang cukup, dan pola makan seimbang turut berkontribusi pada kesehatan kulit.

Perawatan kulit pria juga tidak harus rumit untuk dapat dijalankan secara konsisten. Tiga langkah dasar akan lebih bermakna bila disertai pola hidup yang teratur dan perhatian terhadap kebutuhan kulit masing-masing.

“Menjaga kesehatan kulit itu bukan cuma dari skincare saja, tapi dari pola hidup itu yang utama,” ucap dr. Iksan. Ia mengingatkan bahwa masalah kulit tetap dapat muncul ketika seseorang hanya mengandalkan produk, sementara gaya hidupnya tidak terjaga.

Terkait