Catatan menstruasi, status kehamilan, penggunaan kontrasepsi, hingga keluhan tubuh dapat menjadi data yang sangat sensitif ketika dimasukkan ke aplikasi pelacak haid. Risiko muncul saat informasi tersebut diteruskan ke layanan pihak ketiga, sehingga pengguna kehilangan kendali atas siapa yang dapat mengaksesnya.
Mozilla Foundation menemukan sejumlah aplikasi pelacak haid masih mengirimkan data pengguna kepada perusahaan teknologi atau layanan pengelolaan data. Temuan ini penting bagi orang yang memakai aplikasi untuk memantau siklus, masa subur, kehamilan, kontrasepsi, dan perubahan kondisi tubuh.
Data Pribadi Tidak Selalu Berhenti di Aplikasi
Dalam evaluasinya, Mozilla Foundation meninjau enam aplikasi populer, yakni Flo, Clue, Stardust, Spot On, Period Calendar, dan Euki. Hasilnya memperlihatkan adanya perbedaan besar dalam cara masing-masing layanan melindungi dan mengelola informasi penggunanya.
Kasus yang paling disorot melibatkan Stardust, yang disebut mengirimkan data kesehatan reproduksi secara rinci ke RudderStack. Layanan tersebut digunakan untuk mengelola aliran informasi menuju sistem analitik.
Informasi yang tercantum dalam temuan itu tidak terbatas pada data penggunaan aplikasi secara umum. Data tersebut meliputi status kehamilan, penggunaan kontrasepsi, suasana hati, konsumsi alkohol, nyeri payudara, serta kram perut.
| Aplikasi | Temuan yang Disorot | Konteks |
|---|---|---|
| Stardust | Disebut mengirim data kesehatan reproduksi rinci ke RudderStack | Perusahaan menyatakan data yang dibagikan tidak dapat mengidentifikasi pengguna |
| Flo | Pernah menyelesaikan perkara dengan FTC | Kasus pada 2021 terkait tuduhan pembagian data sensitif kepada Meta dan Google |
Penjelasan Stardust dan Kekhawatiran Mozilla
Stardust sebelumnya menyatakan bahwa data pengguna bersifat pribadi. Perusahaan itu membantah membagikan informasi yang dapat mengungkap identitas pengguna dan menyebut RudderStack hanya digunakan sebagai jalur teknis ke analitik internal.
Menurut Stardust, RudderStack tidak diizinkan menyimpan atau menjual data yang diterimanya. Namun, Mozilla menilai bertambahnya pihak yang memperoleh akses tetap dapat memperbesar risiko kebocoran maupun permintaan data untuk kepentingan hukum.
Persoalannya tidak hanya berada pada isi catatan kesehatan yang dimasukkan pengguna. Data perangkat yang dikirimkan aplikasi juga dapat membantu membentuk gambaran mengenai aktivitas seseorang di berbagai layanan digital.
Identitas Perangkat Juga Bisa Mengungkap Banyak Hal
Laporan tersebut menyoroti pengiriman informasi perangkat dari sebagian aplikasi ke layanan yang terkait dengan Google, Meta, Microsoft, dan TikTok. Nomor identitas perangkat dapat digunakan untuk analitik, iklan bertarget, atau pelacakan aktivitas lintas layanan.
Bagi sebagian pengguna, data perangkat mungkin terasa lebih biasa dibanding catatan kehamilan atau kontrasepsi. Namun, peneliti Electronic Privacy Information Center, Sara Geoghegan, menilai penggunaan aplikasi pelacak haid itu sendiri sudah dapat membuka sisi pribadi seseorang.
“Data dari aplikasi pelacak haid dapat menjadi bagian dari rangkaian pengawasan yang sangat mengungkap informasi pribadi,” kata Geoghegan. Kekhawatiran itu membuat privasi data perlu dipertimbangkan sejak pengguna memilih layanan kesehatan digital.
Rekam Jejak Perusahaan Perlu Dicermati
Pengguna tidak cukup hanya membaca kebijakan privasi yang sedang berlaku saat ini. Mozilla menyarankan agar rekam jejak perusahaan dan perubahan praktik pengelolaan datanya ikut menjadi pertimbangan.
Flo pernah menyelesaikan perkara dengan Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat atau FTC pada 2021. Perkara tersebut terkait tuduhan bahwa data sensitif pengguna dibagikan kepada Meta dan Google setelah ada janji bahwa informasi itu akan tetap pribadi.
Meski memiliki riwayat tersebut, Mozilla mencatat praktik privasi Flo telah membaik dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan kebijakan sebuah aplikasi pelacak haid dapat berubah, baik menuju perlindungan yang lebih kuat maupun sebaliknya.
Perlindungan data yang lemah juga berisiko membuat masyarakat ragu menggunakan aplikasi kesehatan yang sebenarnya bermanfaat. Geoghegan menilai regulasi perlindungan data yang lebih kuat penting, terutama di Amerika Serikat yang belum memiliki undang-undang privasi nasional seperti di Eropa.
Pengguna dapat mengurangi paparan informasi sensitif dengan membatasi data yang dimasukkan dan memeriksa izin aplikasi secara berkala. Langkah tersebut tidak menghapus seluruh risiko, tetapi dapat membantu pengguna memahami seberapa banyak data pribadi yang dibagikan.







