Bangladesh Kejar Aset Rp 10 Triliun Terkait Sheikh Hasina, Perburuan Uang Belum Usai

Bangladesh terus menekan lingkaran kekuasaan Sheikh Hasina setelah menyita aset senilai 760 miliar taka, atau sekitar US$6,2 miliar. Jumlah itu menjadi salah satu langkah terbesar dalam penyelidikan kekayaan mantan perdana menteri Bangladesh tersebut sejak ia digulingkan pada 2024.

Penyitaan ini tidak menutup kasus, justru membuka babak baru dalam upaya pemerintah menelusuri uang yang diduga mengalir ke dalam dan luar negeri. Otoritas masih mengejar aset yang disebut terkait Hasina, keluarganya, dan 10 kelompok usaha besar.

Sitaan di dalam dan luar negeri

Unit Intelijen Keuangan Bangladesh mengatakan total aset yang sudah disita terbagi menjadi 570 miliar taka di dalam negeri dan 190 miliar taka di luar negeri. Data itu disampaikan pada Rabu (15/7/2026) saat lembaga tersebut memaparkan laporan tahunan kegiatannya.

LokasiNilai SitaanKeterangan
Dalam negeri570 miliar takaSebagian dari total 760 miliar taka
Luar negeri190 miliar takaSebagian dari total 760 miliar taka

Kepala lembaga itu, Ikhtiar Mohammad Mamun, mengatakan pemerintah masih berupaya mengembalikan uang yang dicuci ke luar negeri. Dalam pernyataannya yang dikutip CNA dan dilaporkan Liputan6, ia menyebut ada harapan perkembangan positif pada akhir tahun ini.

Mamun juga mengungkap bahwa sudah ada 98 perkara yang dibuka dalam rangkaian penyelidikan terhadap Hasina dan pihak-pihak yang terkait dengannya. Angka itu menunjukkan proses hukum dan penelusuran aset masih berjalan, bukan berhenti pada penyitaan awal.

Kasus hukum yang terus menumpuk

Sejak digulingkan, Hasina telah dinyatakan bersalah tanpa kehadirannya dalam sejumlah perkara. Salah satunya terkait korupsi dalam pengalokasian kavling tanah di kawasan elite Dhaka, ibu kota Bangladesh.

Pengadilan juga menjatuhkan vonis mati kepada Hasina atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Saat ini, ia tinggal di India setelah melarikan diri dari Bangladesh pada Agustus 2024.

Hasina baru-baru ini mengatakan berniat kembali ke negaranya pada akhir tahun. Namun pemerintah Bangladesh telah meminta India mengekstradisinya agar mantan perdana menteri itu kembali menghadapi proses hukum.

Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed menegaskan Bangladesh ingin memastikan Hasina pulang untuk menghadapi pengadilan. Ia juga mengatakan vonis mati terhadap Hasina akan dilaksanakan, sementara pengadilan yang akan menentukan apakah masih ada ruang untuk mengajukan banding.

Dengan penyitaan bernilai ratusan miliar taka dan puluhan perkara yang sudah dibuka, tekanan terhadap jaringan yang dikaitkan dengan Hasina masih belum mereda. Pemerintah Bangladesh kini tetap mengejar pemulihan dana yang diduga dicuci ke luar negeri sambil melanjutkan proses hukum yang sudah berjalan.

Source: www.liputan6.com
Terkait