
Pemerintah memperketat pengamanan dan penataan layanan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh persiapan di lapangan diperkuat agar jemaah Indonesia bisa menjalani ibadah dengan tenang, aman, dan nyaman.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut waktu menuju Armuzna sudah sangat singkat. Karena itu, pemerintah menyiapkan antisipasi dan mitigasi lebih awal untuk menekan gangguan sekecil mungkin saat fase paling padat itu tiba.
Tenda Jemaah Ditata Sampai Level Nama
Salah satu fokus utama pemerintah ada pada penataan tenda jemaah di kawasan Armuzna. Petugas sudah dikerahkan lebih awal agar setiap jemaah mendapat tempat yang tepat dan tidak tertukar dengan kelompok lain.
Pengaturannya dibuat sangat rinci, bahkan sampai level by name. Posisi tenda disusun berdasarkan kloter, daerah asal, dan nama jemaah supaya kelompok dari berbagai provinsi bisa langsung menuju titik yang sudah ditentukan.
Penataan seperti ini dipilih untuk mencegah jemaah telantar atau berdesakan karena salah lokasi. Pemerintah ingin alur pergerakan jemaah tetap tertib saat memasuki salah satu fase paling padat dalam ibadah haji.
KBIHU Diminta Satu Jalur Komando
Di sisi lain, Dahnil menegaskan seluruh pergerakan jemaah selama puncak haji harus mengikuti komando resmi pemerintah. Ia meminta KBIHU dan pihak lain tidak membuat aturan sendiri di luar arahan Kementerian Haji dan Umrah.
Menurut Dahnil, pelaksana tunggal penyelenggaraan haji adalah Kemenhaj. Karena itu, semua pihak diminta patuh pada satu jalur komando agar koordinasi di lapangan tidak terpecah.
Pemerintah juga menyiapkan sanksi tegas bagi pihak yang membandel. Dahnil menyatakan izin KBIHU bisa dicabut jika ada oknum yang tetap melanggar aturan dan merugikan jemaah.
Pesan Presiden Jadi Dasar Penguatan Layanan
Dahnil menyebut arahan itu sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan haji benar-benar berpusat pada kebutuhan jemaah. Pemerintah diminta memastikan setiap layanan mendukung ibadah berjalan lebih baik dan lebih sempurna.
Ia menegaskan, tugas penyelenggara adalah melayani mimpi besar umat Muslim yang ingin menunaikan haji. Karena itu, seluruh perangkat di lapangan diminta bekerja disiplin, terkoordinasi, dan tidak memberi ruang pada tindakan yang mengganggu kenyamanan jemaah.
Dengan penataan tenda yang detail dan pengawasan ketat terhadap KBIHU, pemerintah berharap puncak haji di Armuzna berjalan tertib. Seluruh langkah itu diarahkan agar jemaah Indonesia bisa menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina tanpa hambatan berarti.
Source: www.medcom.id




