Ancaman Bom Saat MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Sekolah Langsung Dievakuasi

Author: Cung Media

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi berubah tegang setelah ancaman bom masuk lewat WhatsApp saat upacara berlangsung. Pesan itu langsung memicu evakuasi siswa, guru, dan tenaga kependidikan demi menghindari risiko di lingkungan sekolah.

Ancaman tersebut tidak berhenti pada satu pesan singkat. Pengirimnya mengaku sudah menempatkan bom di 11 titik dan meminta pihak sekolah tidak menghubungi polisi, tetapi laporan tetap disampaikan untuk memastikan keselamatan semua orang di sekolah.

Pesan diterima saat upacara MPLS

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi membenarkan bahwa laporan ancaman masuk melalui WhatsApp sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, siswa dan guru sedang mengikuti upacara hari pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan.

Pesan tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan staf tata usaha sekolah. Polisi kemudian memastikan laporan itu ditindaklanjuti dengan cepat, karena ancaman dinilai perlu ditangani secara serius.

Fakta Utama Rincian Keterangan
Waktu laporan 07.30 WIB Saat upacara MPLS
Penerima pesan Guru kelas 1 dan staf TU Melalui WhatsApp
Ancaman lokasi 11 titik Disebut dalam pesan
Respons awal Lapor polisi dan sterilisasi Langsung dilakukan

Isi ancaman dan respons polisi

Dalam pesan itu, pelaku menulis bahwa sekolah akan meledak dalam hitungan menit dan menyebut sudah menyiapkan 11 titik. Pengirim juga menegaskan agar pihak sekolah tidak melapor ke aparat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror untuk menyisir seluruh area sekolah. Proses sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan atau bahan peledak yang tertinggal di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

Nurma menyebut proses penyisiran oleh Gegana berlangsung lebih dari dua jam. Selama pemeriksaan, personel Brimob bersenjata lengkap juga disiagakan di dalam area sekolah.

Seluruh siswa dan guru dievakuasi

Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dievakuasi dari area sekolah sebagai langkah pengamanan. Kegiatan MPLS pun dihentikan sementara sampai pemeriksaan selesai dilakukan.

Di sekitar lokasi, dua kendaraan Tim Gegana terlihat siaga untuk mendukung pengamanan. Petugas Dinas Perhubungan serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta juga ikut membantu pengaturan lalu lintas dan penanganan situasi di sekitar sekolah.

Peristiwa ini membuat hari pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi berubah menjadi operasi pengamanan besar. Hingga penyisiran selesai, seluruh area sekolah dijaga ketat untuk memastikan situasi tetap aman bagi warga sekolah.

Source: www.medcom.id
Terbaru