Asupan makan Erling Haaland kembali mencuri perhatian karena disebut mencapai sekitar 6.000 kalori per hari. Angka itu jauh di atas kebutuhan rata-rata orang dewasa, tetapi masih masuk akal untuk atlet elite yang menjalani latihan dan pertandingan dengan beban tinggi.
Di balik jumlah kalori yang besar, pola makan striker Norwegia itu juga menarik karena sangat menekankan makanan utuh dan bahan pangan alami. Kombinasi ini diyakini membantu kebutuhan energi, pemulihan, dan pembentukan massa otot tanpa lemak.
Kenapa Kebutuhan Kalori Haaland Bisa Sangat Tinggi
Lauren Link, ahli gizi olahraga sekaligus Asisten Direktur Atletik untuk Nutrisi Olahraga di Purdue University, menilai hampir tidak ada atlet elite yang hanya mengonsumsi 2.000 kalori per hari. Menurutnya, kisaran 3.000 hingga 5.000 kalori sudah umum, dan pada level tertentu bisa mencapai 6.000 atau 7.000 kalori.
Giancarlo Carvalho dari Northwell Health Stars Rehabilitation, New York, menyebut kebutuhan Haaland bisa berada di kisaran 3.200 hingga 3.500 kalori hanya untuk menjaga berat badan. Jika targetnya menambah massa otot tanpa lemak sekaligus mempertahankan performa, angka itu dapat naik hingga sekitar 6.000 kalori per hari.
| Kelompok | Perkiraan Kebutuhan | Konteks |
|---|---|---|
| Orang dewasa umum | 2.000–2.500 kalori per hari | Tergantung usia, jenis kelamin, komposisi tubuh, dan aktivitas |
| Atlet elite | 3.000–7.000 kalori per hari | Disesuaikan dengan beban latihan dan cabang olahraga |
| Erling Haaland | 3.200–3.500 kalori untuk menjaga berat badan | Bisa naik hingga sekitar 6.000 kalori saat mengejar performa dan massa otot |
Pola Makan yang Dipilih Sang Striker
Haaland menjalani ancestral diet atau diet leluhur, yakni pola makan yang menekankan makanan utuh dengan proses seminimal mungkin. Pola ini menghindari makanan ultraolahan, gula rafinasi, minyak nabati hasil pemrosesan industri, dan produk dengan tingkat pengolahan tinggi.
Sebagai gantinya, ia lebih sering mengonsumsi bahan pangan alami yang diperoleh secara lokal, seperti produk musiman, daging, ikan, telur, madu mentah, dan sayuran. Ia juga menerapkan konsep nose-to-tail eating, yaitu memanfaatkan hampir seluruh bagian hewan termasuk organ dalam.
Melalui film dokumenter Haaland: The Big Decision, diketahui bahwa ia rutin mengonsumsi hati sapi dan jantung sapi. Menu hariannya juga mencakup madu mentah, ikan bass, asparagus, nasi, dan telur.
Isi Menu Harian dan Manfaat Nutrisinya
Hati sapi dikenal sebagai sumber vitamin A, vitamin B12, folat, protein, dan zat besi. Nutrisi itu membantu pembentukan sel darah merah, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan membantu pengangkutan oksigen ke otot saat beraktivitas.
Jantung sapi mengandung protein berkualitas tinggi, zat besi, zinc, selenium, vitamin B kompleks, dan koenzim Q10. Kandungan tersebut berperan dalam produksi energi sel sekaligus mendukung kesehatan jantung.
| Makanan | Nutrisi Utama | Manfaat yang Disebut |
|---|---|---|
| Hati sapi | Vitamin A, B12, folat, protein, zat besi | Sel darah merah, imun, saraf, transport oksigen |
| Jantung sapi | Protein, zat besi, zinc, selenium, vitamin B kompleks, CoQ10 | Produksi energi sel dan kesehatan jantung |
| Madu mentah | Karbohidrat sederhana, antioksidan | Energi cepat |
| Ikan bass | Protein, omega 3, selenium, vitamin D, vitamin B12 | Kesehatan jantung, otak, pemulihan otot, anti-inflamasi |
| Asparagus | Serat, folat, vitamin K, vitamin C, vitamin E | Pencernaan, pembentukan sel baru, kesehatan tulang |
| Telur | Protein lengkap, kolin, vitamin D, vitamin B12, selenium | Fungsi otak, sistem saraf, dan asupan protein |
| Nasi | Karbohidrat | Mengisi kembali cadangan glikogen otot |
Manfaat Besar, Tapi Risikonya Juga Ada
Pola makan yang didominasi makanan utuh dinilai lebih menguntungkan dibandingkan diet tinggi makanan ultraolahan. Beberapa penelitian yang dikutip Forbes mengaitkan makanan ultraolahan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, penyakit metabolik, dan kematian dini.
Di sisi lain, pola makan seperti yang dijalani Haaland dianggap mampu menyediakan protein, vitamin, mineral, serat, dan lemak sehat secara lebih seimbang. Namun, ada risiko yang tidak bisa diabaikan, terutama dari konsumsi daging organ dalam jumlah besar.
Daging organ seperti hati dan jantung sapi memang padat nutrisi, tetapi juga mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang relatif tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan vitamin A dan zat besi juga bisa melampaui kebutuhan.
Giancarlo Carvalho menambahkan bahwa daging organ memiliki purin tinggi, sehingga dapat meningkatkan kadar asam urat dan kurang disarankan bagi orang dengan riwayat gout. Lauren Link juga menyoroti susu mentah yang disebut dikonsumsi Haaland karena belum melalui pasteurisasi untuk membunuh patogen berbahaya.
Tidak Cocok Ditiru Mentah-Mentah
Lauren Link menegaskan bahwa masyarakat umum tidak perlu meniru porsi makan Haaland secara langsung. Menurutnya, pelajaran yang paling berguna justru ada pada pilihan bahan makanannya, bukan pada angka kalorinya yang ekstrem.
Ia menilai langkah yang lebih masuk akal adalah memperbanyak buah dan sayuran, menjaga asupan protein, serta memilih makanan utuh sebanyak mungkin. Haaland menunjukkan bahwa diet tinggi energi tetap bisa disusun dengan prinsip kualitas bahan pangan yang ketat.
Perpaduan antara kebutuhan kalori besar, latihan profesional, dan pola makan yang terkontrol membuat diet Erling Haaland relevan sebagai gambaran bagaimana atlet elite menjaga tenaga di level tertinggi. Untuk kebanyakan orang, kebutuhan itu tetap harus disesuaikan dengan aktivitas, kondisi tubuh, dan tujuan kesehatan masing-masing.
