Trump Kembali Blokade Iran, Selat Hormuz Tetap Terbuka dengan Tarif 20%

Author: Cung Media

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah Donald Trump mengumumkan blokade terhadap Iran dan rencana biaya 20% untuk seluruh kargo yang melintasi jalur strategis itu. Di tengah klaim Iran soal penutupan pelayaran, Trump menegaskan selat tersebut tetap terbuka untuk pelayaran internasional.

Langkah ini langsung menyedot perhatian karena Selat Hormuz adalah salah satu jalur paling vital bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati rute yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu.

Selat yang Menjadi Titik Tekan Pasar Energi

Setiap gangguan di Selat Hormuz biasanya memicu kekhawatiran pasar energi global. Itu sebabnya pernyataan terbaru dari Washington dan Teheran berpotensi memengaruhi arus kapal, biaya pengiriman, dan sentimen pasar.

Ketegangan naik setelah Iran pada Minggu (12/7/2026) menyatakan lalu lintas pelayaran masih ditangguhkan. Pemerintah Iran mengatakan izin melintas baru akan diberikan setelah situasi dinilai kembali stabil.

Isu Pernyataan Keterangan
Blokade terhadap Iran Diberlakukan kembali oleh Trump Disampaikan lewat Truth Social
Biaya kargo 20% Untuk seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz
Status Selat Hormuz Tetap terbuka Menurut Trump, dengan atau tanpa persetujuan Iran

Trump Ingin AS Jadi Penjaga Selat

Dalam unggahan di Truth Social pada Senin (13/7/2026), Trump menegaskan Selat Hormuz akan tetap terbuka dan Amerika Serikat akan mengambil penggantian biaya dari kargo yang melintas. Ia tidak menjelaskan secara rinci mekanisme penerapan tarif maupun pihak yang akan menanggung biaya tersebut.

Trump juga sempat mengatakan kepada program Fox & Friends bahwa Amerika Serikat mungkin akan mengambil peran lebih besar dalam mengelola keamanan jalur itu. Ia bahkan menyebut AS bisa menjadi “penjaga selat” dan meminta kompensasi atas peran tersebut.

“Kami akan menjaga selat itu dan mungkin akan mengelolanya. Kami akan menjadi penjaga selat tersebut. Mungkin kami akan menyebut diri kami sebagai malaikat pelindung selat. Dan kami harus mendapat kompensasi untuk itu,” ujarnya.

Respons Iran dan Risiko yang Belum Reda

Trump menuding Iran telah melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani kedua negara bulan lalu. Kesepakatan itu disebut membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan konflik selama proses negosiasi lanjutan berlangsung.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa satu-satunya cara memulihkan lalu lintas pelayaran normal di Selat Hormuz adalah menghentikan intervensi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Pernyataan itu muncul setelah pasukan Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone.

Dengan posisi Selat Hormuz yang sangat vital bagi perdagangan energi global, setiap keputusan dari Washington maupun Teheran berpotensi memengaruhi lalu lintas kapal dan sentimen pasar. Saat ini, ketegangan di jalur pelayaran itu masih berada di titik sensitif, sementara kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru